BBPPKS Regional I Sumatera Dipercayai Kemensos Laksanakan Diklat, Family Development Session, Segini Pesertanya -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

BBPPKS Regional I Sumatera Dipercayai Kemensos Laksanakan Diklat, Family Development Session, Segini Pesertanya

Senin, 31 Agustus 2020
Beny Sujanto

Padang, fajarsumbar.comBalai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera tahun 2020 ini, kembali mendapat kepercayaan dari Unit Pelaksana Teknis Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), untuk melaksanakan diklat, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)- Family Development Session (FDS) bagi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Peserta diklat yang tergabung dari para pendamping PKH yang berjumlah lebih kurang 1.611 orang itu, berasal dari 8 Propinsi se-Regional I Sumatera. Meliputi Propinsi Aceh, Sumut, Riau, Kepri Sumbar, kemudian Propinsi Jambi dan Bengkulu.

Dari 1.611 orang pendamping PKH tersebut, 1.371 orang diantaranya telah selesai menjalani diklat, dari bulan Maret hingga Juli lalu, secara bertahap dan e-learnig.

Hal ini diupayakan, guna mengantisipasi penularan wabah Covid- 19. Dari pelaksanaan diklat angkatan terakhir yang juga digelar secara daring sebanyak 8 angkatan itu, setiap putaran akan diikuti 30 orang peserta di aula BBPPKS Regional I Sumatera di Kecamatan Pauh Kota Padang, Rabu, (2/9/2020).

Hal tersebut, dinyatakan Kepala BBPPKS Regional I Sumatera Beny Sujanto, ketika dihubungi fajarsumbar.com, terkait pelaksanaan Diklat FDS atau P2K2, bagi pendamping PKH Tahun 2020 se-Regional I Sumatera di ruang kerjanya, Senin (31/8/2020).    

Menurutnya, peserta diklat selain dibekali dengan materi dari nara sumber, tetapi juga diberi kesempatan melakukan diskusi sesama atau menyampaikan pendapat dan diberikan pula sejumlah modul oleh panitia penyelenggara diklat.

Beni berharap, pengetahun yang diperoleh peserta selama menjalani diklat, bisa dijadikan sebagai bekal untuk menunjang tugas pendampingan PKH di lapangan.

Pendampingan yang baik dan terencana, maka program- program keluarga harapan, bisa terwujud dengan baik dan nanti nya keluarga harapan itu, bisa keluar dari masalah keluarga harapan.(Rony Dz)