BIM Wujudkan Perjalanan Aman dan Nyaman dengan “Safe Travel” -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

BIM Wujudkan Perjalanan Aman dan Nyaman dengan “Safe Travel”

Sabtu, 08 Agustus 2020
Eksekutif General Manager PT AP II BIM, Yos Sugiwono  bersama Kepala Otban, Kadishub dan Kadispar Sumbar

Padang, fajarsumbar.comPT Angkasa Pura (AP) II cabang Bandara Internasional (BIM) mengkampanyekan “Safe Travel” ke berbagai stakeholder bandara. Kampanye tentu saja bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan di tengah pandemi, khususnya untuk pengguna pesawat udara.

Eksekutif General Manager PT AP II BIM, Yos Sugiwono menyebutkan, PT AP II BIM selalu menerapkan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa bandara. Ada tiga pilar yang ditetapkan dalam memastikan Safe Travel terlaksana dengan baik di sana. 

Pertama mempersiapkan pegawai atau petugas di bandara siap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dan menggunakan APD. Kedua, seluruh peralatan higienis, bersih dengan menyemprotkan disinfektan secara teratur. Ketiga, memastikan seluruh penumpang telah mengisi seluruh ketentuan perjalanan secara elektronik. 

“Kami menjamin, seluruh pegawai dan peralatan kami siap sesuai protocol kesehatan Covid-19,” kata Yos dalam “Rakor dan FGD Safe Travel dan Konsep Pengembangan Aerocity serta Langkah Strategis untuk Penunjang Pariwisata Sumatra Barat, Jumat (7/8/2020). 

Hanya saja diakuinya, masih cukup banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapan protokol kesehatan, karena tidak ditampiknya ada masyarakat yang masih tidak peduli dengan aturan yang sudah ditetapkan secara internasional tersebut. 

Satu-satunya di Indonesia 
Namun dia bersyukur, Pemprov Sumbar sangat peduli dengan kesehatan masyarakat daerah ini. Buktinya, Pemprov Sumbar menyediakan swab test gratis bagi para pendatang. 

“Ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Hanya di Sumatra Barat yang swab test gratis. Itu bukti, Pemprov Sumbar sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat dengan mencegah masuknya wabah dari luar,” ujarnya. 

Meski demikian, dia tetap berharap kerjasama dari semua pihak, baik Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Satpol PP Dinas Perhubungan, dan stakeholder lainnya. 

“Mengatasi pandemi ini, kolaborasi sangat diperlukan. Kita tidak bisa bergerak sendiri di pandemi ini,” ulasnya.   
   
Pandemi Covid-19 disampaikannya telah berdampak pada banyak sektor, tidak terkecuali sektor penerbangan, termasuk di BIM. Dengan penerapan safe travel, dia berharap sektor penerbangan, pariwisata dan lainnya kembali menggeliat. 

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI, Agoes Soebagio juga menegaskan, tentang safe travel ini. Di bandara wilayah kerjanya, kini terus digalakkan kampanye safe travel, demi perjalanan yang aman dan nyaman, sehingga tak ada lagi kekhawatiran tertular Covid-19 selama perjalanan. (yura)