Eksepsi Penasehat Hukum Tiga Pengurus Koperasi Manjunjung Bilang di Pasbar Diterima Hakim -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Eksepsi Penasehat Hukum Tiga Pengurus Koperasi Manjunjung Bilang di Pasbar Diterima Hakim

Rabu, 12 Agustus 2020
Terdakwa bersama pengacaranya usai menjalani sidang dalam agenda Eksepsi di Pengadilan Negeri Pasaman Barat.

PASBAR, fajarsumbar - Pertama kali sejak berdirinya Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat, Hakim pengadilan tersebut menerima eksepsi (nota keberatan) penasehat hukum didalam persidangan.

Sidang tentang permasalahan pengurus Koperasi Sawit Bosa Sungai Aur Manjunjung Bilang (KSBSAMB) dengan majelis hakim yang diketuai oleh Aries Sholeh Efendi serta dua orang hakim anggota yakni Nadia Sekar Wigati dan Riskar Stevanus Tarigan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasaman Barat menerima nota keberatan (Eksepsi) tim Penasehat Hukum para terdakwa NS (60), HF(56), YN(54) yang masing-masing merupakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara Koperasi tersebut.

Dalam putusan sela majelis hakim yang dibacakan pada hari selasa, 10 Agustus 2020 dalam perkara pidana nomor 93/Pid.B/2020/PN.PSB.

Para Terdakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) didakwa melanggar pasal 374 KUHP jo pasal 372 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan surat dakwaan nomor reg. perkara: PDM-33 /SPEM/Eoh.2/05/2020.

Dakwaan tersebut berdasarkan limpahan perkara dari Polda Sumatera Barat yang telah pernah juga di ajukan Prapradilan pada Pengadilan Negeri Padang, namun di tolak oleh majelis hakim perkara tersebut.

Sedangkan dalam persidangan di PN Pasaman Barat, Hakim menilai nota keberatan tim penasehat hukum terdakwa terhadap dakwaan jaksa penuntut sudah tepat.

Sehingga beralasan hukum Eksepsi penasehat hukum terdakwa dapat diterima dan menyatakan Dakwaan Jaksa Penuntut umum dinyatakan Batal Demi Hukum.

Tim penasehat hukum (Pengacara) para terdakwa dari Kantor Hukum LEX PATRIAE yang terdiri dari Adma Sadli Lubis, Kasmanedi, Ramadhani dan Zulkifli Harahap sangat terharu mendengar pertimbangan hukum majelis hakim pengadilan itu.

"Kami berurai air mata mendengarkan pertimbangan hukum majelis hakim yang dibacakan saat sidang tersebut," sebut Adma Sadli Lubis salah seorang pengacara terdakwa kepada wartawan Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, ini putusan bersejarah di wilayah hukum Pasaman Barat dan baru pertama kali eksepsi diterima dalam persidangan sejak berdirinya Pengadilan Negeri Pasaman Barat.

"Hakim sudah memberikan keputusan yang tepat terhadap para terdakwa," ucapnya.

(*)