Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Bupati Agam dan Sekda Ditetapkan Tersangka -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Bupati Agam dan Sekda Ditetapkan Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2020


(ilustrasi)

Padang, fajarsumbar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah Martias Wanto sebagai tersangka. 

Dua petinggi di Pemerintahan Kabupaten Agam itu tersangka atas kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian anggota DPR RI Mulyadi.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan penetapan tersangka terhadap Bupati Agam itu. Penetapan setelah melakukan penyidikan dan mengambil keterangan saksi ahli.

 “Serta pemeriksaan labfor forensik, maka ditemukan tersangka baru. Setelah dilakukan pengembangan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” ujar Satake Bayu di Mapolda Sumbar, Selasa (11/8/2020).

Indra Catri dan Martias Wanto sebelumnya sempat diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat berawal dari laporan atas nama Revli Irwandi. Bentuk pencemaran nama baik itu terjadi di media sosial Facebook yang diketahui akun bodong. 

Akun bernama Mar Yanto yang memposting foto sekaligus kata-kata yang tidak pantas.

“Akun Facebooknya itu mengupload gambar dan kata-kata yang tidak pantas,” katanya.

Sebelumnya, tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini telah dilakukan. Mereka berinisial ES (58) RH (50) dan RP (33) yang diamankan di Kabupaten Agam serta Kota Padang sebagaimana dikutip pada langgam.id.

Para tersangka memiliki peran masing-masing dalam melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook. (*)