Pentingnya Agama, Adat, dan Budaya dalam Politik -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Pentingnya Agama, Adat, dan Budaya dalam Politik

Kamis, 06 Agustus 2020
Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus bersama pengurus pusat Gebu Minang. ist


Jakarta, Fajarsumbar.com-Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus menghadiri Diskusi Kepemimpinan yang dilaksanakan Gebu Minang. Diskusi tersebut dilaksanakan di Sekretariat Gebu Minang Pusat.

Menurut Hamdanus, diskusi yang dilaksanakan Kamis malam (6/8) dihadiri oleh Sekjen Gebu Minang Zarkasyi Nurdin, Wasekjen Zulhendri dan Akmil Ketua Kerjasama antar Lembaga, dan Penggiat Sosial Gebu Minang Uni Enizar Zarkasyi. Diskusi ini berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Tema kepemimpinan diambil mengingat Sumatera Barat akan melaksanakan Pilkada serentak pada Desember mendatang. Perantau Minang juga punya andil dalam proses pergantian kepemimpinan di kampung halaman, minimal dalam sumbangsih pemikiran.

Sebagai politisi muda harapan kampung halaman, Hamdanus mengaku mendapat banyak ilmu dan pengetahuan dari diskusi bersama tokoh-tokoh Gebu Minang. "Kesimpulan diskusi kita, agama, adat, dan budaya sangat penting dalam politik. Politik yang didasari nilai agama, adat, dan budaya akan menciptakan tatanan untuk kebaikan bersama," ujar Hamdanus.

Agama, adat, dan budaya di Minangkabau tak bisa terpisahkan. Dalam falsafah adat bersandi syarak, syarak bersandi Kitabullah, maka ketiga hal ini menjadi dasar nilai dalam kehidupan.

Diskusi menurut Hamdanus juga menyimpulkan agar kader ummat dan adat harus tampil ke depan untuk mengambil peran strategis di pemerintahan. "Tidak zamannya lagi kita jadi penonton. Kekuasaan harus diperjuangkan, dan Islam menjadi napas perjuangan," jelas putra Pesisir Selatan ini. (arr)