Perguruan Tinggi AMSS Siap Bersaing, Tahun Ini Terima 120 Mahasiswa Baru -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Perguruan Tinggi AMSS Siap Bersaing, Tahun Ini Terima 120 Mahasiswa Baru

Jumat, 07 Agustus 2020
Suasana wisuda sarjana Akademi Maritim Sapta Samudra (AMSS) Padang periode tahun 2018. (dok. amss)

Padang, fajarsumbar.com -  Akibat pandemi Covid- 19, telah berdampak terhadap semua sektor usaha, termasuk dunia pendidikan.

Penerimaan calon mahasiswa baru, tahun akademik 2020-2021 di lingkungan perguruan tinggi negeri dan swasta, mengalami penurunan.

Penurunan calon mahasiswa baru di tengah pandemi Covid- 19 itu tidak hanya Akademi Maritim Sapta Samudra (AMSS) Padang saja, termasuk perguruan tinggi terkemuka lainnya.

Hal tersebut, diungkapkan Hasbevin, B.Sc, SH. MM didampingi Mustika Lukman,SE.,MM., masing-masing sebagai Direktur dan Wakil Direktur AMSS Padang di kampus lembaga tersebut kepada fajarsumbar.com, Jalan Gaduang Bay Pass Koto Panjang Koto Tangah Padang, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, penyerapan calon mahasiswa baru melalui AMSS Padang, tahun akademik 2020- 2021 ini, memang mengalami penurunan, dibanding tahun akademik 2019- 2020.

Melalui pengumuman hasil Seleksi  Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) nanti, diharapkan penyerapan calon mahasiswa baru AMSS Padang bisa meningkat.

"Bagi yang tidak berhasil lulus pada SBM PTN dimaksud, tentu mereka telah mulai melirik dan memilih Perguruan Tinggi mana yang berkualitas untuk menjalani pendidikan," ujar Hasbevin.

Terkait penyerapan alumni AMSS yang bekerja, menurutnya, dari sejumlah alumni yang dihasilkan, sekitar 80 persen diantaranya telah bekerja pada sejumlah kapal asing dan kapal nasional.

Mereka bekerja sebagai tenaga tenika, nautika maupun tenaga ketatalaksanaan pelayaran niaga dan kepulauan (KPNK); sedangkan lainnya, bekerja pada perusahaan pelayaran, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di dalam maupun luar Sumatera Barat.

Kesejahteraan yang mereka terima setiap bulannya bervariasi, berkisar antara Rp10 juta - Rp15 juta, namun hal itu tergantung dengan kepangkatan, golongan dan lama masa kerja.

Besarnya kesejahteraan para pelaut itu, karena bekerja di laut tantangannya sangat berbeda, dibanding bekerja di darat.

Jika bekerja dengan kapal asing, calon tenaga kerja Indonesia harus menguasai bahasa asing, seperti mampu Berbahasa Inggris, Jepang, Philipina, Rusia dan bahasa penunjang lainnya.

Bahasa ini sangat penting, karena tenaga kerja Indonesia, setiap saat berhadapan dengan orang asing.

Indek Prestasi Kamulatif (IPK) yang dihasilkan alumni melalui pendidikan tidak begitu mendukung dalam pekerjaan.

"Tidak cukup dengan pemahaman bahasa asing saja, tetapi para pelaut itu, harus memiliki 11 jenis Sertifikasi Kompetensi Perawatan dan Perbaikan Kapal yang berstandar Internasional atau (AIMO) melalui kegiatan Diklat," ujarnya lagi.

Walaupun penyerapan calon mahasiswa baru tahun akademik 2020- 2021, terasa menurun di tengah pandemi Covid-19 ini namun AMSS Padang, masih menerima sebanyak 120 orang calon mahasiswa baru hingga akhir September nanti melalui online.

"Program Study (KPNK), Program Study Tenika dan Program Study Nautika," kata Pembatu Direktur I (AMSS) Padang Mustika Lukman.

Selama menjalani pendidikan diploma III itu, mahasiswa lebih banyak menjalani praktek di simulator yang mencapai 80 persen dan 20 persen lagi menyangkut teori.

Ketua Yayasan Maritim Sapta Samudra (YMSS), Ir. Haji Zulkarnain Kamsya. MS, menambahkan, program study KPNK telah memiliki status Akreditasi B, program study Teknika dengan status akreditasi B dan Pengesahan dari Aproval Dirjen Perhubungan Laut. Sedangkan program study Nautika berstatus reakreditasi dan Pengesahan Aproval dari Dirjen Perhubungan Laut.(Rony Dz)