Pesan Refrizal di Idul Adha: Hentikan Menghujat di Medsos -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Pesan Refrizal di Idul Adha: Hentikan Menghujat di Medsos

Sabtu, 01 Agustus 2020
H. Refrizal.


Padang Pariaman, Fajarsumbar.com-Media sosial menjadi tempat populer bagi kandidat kepala daerah untuk mensosialisasikan diri. Sejalan makin dekatnya Pilkada pada Desember mendatang, intensitas sosialisasi di Medsos makin tinggi. Hal itu tak terkecuali menciptakan gesekan. Kandidat Bupati Padang Pariaman, H. Refrizal mengingatkan agar Medsos tidak dijadikan tempat saling hujat, saling fitnah, dan menjatuhkan.

Hal itu diingatkan oleh Refrizal, Sabtu (1/8). Ketua Umum PKDP ini menekankan agar masyarakat, terutama masyarakat Padang Pariaman mengedepankan falsafah adat Minang dalam bersosial media dengan memakai raso jo pareso.

Saling hujat, saling fitnah menurut Refrizal tak sesuai dengan karakter orang Minang. "Sosialisasi di masa Pilkada itu biasa. Tak perlu ada caci-maki. Di Minang itu kita punya kato nan ampek. Kato nan ampek harus selalu dipakai dalam bersosial media," ujar Refrizal.

Refrizal bersama Relawan #papajuara dan Relawan ReHap dalam bersosialisasi lebih banyak menyampaikan visi dan misi. Selain itu, dirinya dan Happy Neldy yang jadi kandidat Wakil Bupati Padang Pariaman lebih banyak mensosialisasikan kegiatan bersama masyarakat. Misalnya, kegiatan gotong royong, bansos, dan lainnya.

Sepanjang sepak-terjangnya untuk maju di Pilkada Padang Pariaman, Refrizal mengaku kerap mendapat nyinyiran dari para netizen. Misalnya, ada netizen yang mempersoalkan dan memberi stigma pada tagline-nya #papajuara. Tagline itu diartikan miskin atau nama Padang Pariaman yang tak boleh disingkat. Kegiaran Refrizal dan Happy Neldy bersama masyarakat kerap juga mendapat cibiran dari netizen.

Pada prinsipnya, setiap orang bebas mengekspresikan dirinya di media sosial. Kalau ada kritik, sampaikanlah dengan etika. "Sosialisasi kandidat di media sosial itu hanyalah bagian dari proses politik. Mari sikapi dengan hati terbuka dan kepala dingin. Tak perlu caci-maki, saling cibir," ujar Refrizal. (arr)