Warga Agam Tangkap Ikan Langka di Batang Antokan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Warga Agam Tangkap Ikan Langka di Batang Antokan

Minggu, 30 Agustus 2020
Petugas BKSDA Agam  mengukur ikan sidat anguilla marmotata salah satu jenis ikan yang terancam punah. Kini ikan tersebut tertangkap warga di Batang Antokan, Agam.

Lubuk Basung, fajarsumbar.com -
Warga Lubuk Jariang, Nagari Garagahan  Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menemukan ikan lanhka di Batang Antokan, Minggu (30/8/2020).

Ikan langka warna kuning itu ditangkap
Masri Naldi dengan ukuran panjang 1 m.

"Saya kaget ketika menemukan ikan itu dan langsung lari membawa ke tempat penampungan di warung saya tidak jauh dari lokasi," katanya.

Ia mengatakan, saat itu warung sedang banyak warga sekitar dan warga kaget melihat ikan itu.

"Sebagian warga, tambahnya, hampir tidak percaya dengan hasil tangkapan saya itu. Ini  ikan apa tidak. Kata sebagian masyarakat itu, ini ikan langka," ujarnya.

Ia menambahkan, rencananya ikan dengan panjang satu meter lebih dengan warna kuning dan memiliki becak hitam ini akan dipelihara di dalam aquarium.

Namun kalau ada orang yang berniat membeli ikan itu, akan dijual dan masalah harga tergantung permintaan pembeli.

Salah seorang warga  Ismardi (57), pehobi memancing, mengakui belum pernah menemukan atau melihat ikan sidat tersebut.

"Ini pertama kali saya lihat ikan tersebut sebelumnya belum pernah saya dapat atau temukan," tegasnya.

Ia mengakui, di Batang Antokan itu ada tiga jenis ikan sidat yang pernah ditemukan.

Ikan sidat itu jenis sidat timbago dengan warna kuning dan putih, ikan sidat timah dengan warna putih kehitaman dan sidat tarok dengan memiliki sisik bagian depan.

"Sekarang ini ikan sidat tarok tidak pernah lagi ditemukan di Batang Antokan," katanya.

Pengendali Ekosistem Hutan Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra menambahkan ikan sidat ini jenisnya anguilla marmorata.

Di dunia ada 21 jenis ikan sidat. 7 berada di Indonesia, tiga jenis  terancam punah, Salah satunya Anguilla marmotata.

"Ikan sidat itu termasuk langka dan tidak ditemukan lagi," katanya.

Organ dan jaringan tubuh ikan disinyalir memiliki kandungan senyawa penting sebagai bahan baku obat, suplemen, maupun kosmetik.

Namun peningkatan permintaan tidak seimbang dengan populasinya. Eksploitasi yang berlebihan di berbagai kawasan di Indonesia dikhawatirkan akan memicu penurunan populasinya secara drastis.

"Apalagi dengan adanya penurunan stok alamiah spesies ikan sidat di wilayah Asia Timur, membuat Jepang, Korea, Taiwan dan China serta Hongkong berlomba mendapatkan ikan tersebut dari Indonesia," tambahnya.

Dia mengingatkan tidak menutup kemungkinan dalam satu dekade mendatang ikan sidat akan mengalami penurunan populasi alamiah.

Populasi ikan sidat atlantik (A.anguila dan A.rostrata) dan ikan sidat pacific (A.japonica) siap masuk daftar CITES, yang berarti tidak bisa lagi dieksploitasi karena jumlahnya yang tinggal sedikit. (Yanto)