1.612 Pendamping PKH 8 Provinsi Selesai Jalani Diklat di BBPPKS Regional I Sumatera -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

1.612 Pendamping PKH 8 Provinsi Selesai Jalani Diklat di BBPPKS Regional I Sumatera

Rabu, 16 September 2020
Kepala BBPPKS Regional I Sumatera Beni Sujanto

Padang, fajarsumbar.com Sebanyak 1.612 orang Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari 8 Propinsi di Sumatera, selesai menjalani Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) / Family Development Session (FDS) melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera di Kecamatan Pauh Kota Padang, Selasa, (15/9/2020).

Putaran pertama dilaksanakan dari (9/6/2020) dan berakhir (14/8/2020), dengan jumlah peserta 1.376 orang, sedangkan putaran kedua diadakan mulai (2/9/2020) sampai, (15/9/2020) dengan jumlah peserta 236 orang.

Kepala BBPPKS Regional I Sumatera Beni Sujanto pada penutupan Diklat P2K2 / FDS putaran ke 5 bagi pendamping PKH dari 8 Propinsi di Sumatera, secara daring atau virtual, dengan menerapkan protokol kesehatan dari Gedung BBPPKS Regional I Sumatera di Kecamatan Pauh, Padang, Selasa (15/9/2020).

Beni berharap, kepada pendamping PKH, berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan diklat, agar bisa di implementasikan dengan baik dilapangan atau secara out come, sehingga ilmu pengetahuan itu, akan berdampak positif terhadap Keluarga Penerima Manfafat (KPM).

Di tengah pandemik Covid- 19 ini, aktifitas kita memang sangat terbatas, baik secara berkermun atau dengan banyak melibatkan orang maupun secara tatap muka dengan para KPM.

Kendati demikian, para Pendamping PKH, dituntut dengan inovasi- inovasi, disamping mentranformasi berbagai ilmu pengetahuan yang didapatkan selama menjalani diklat firtual dimaksud.

Bisa dilakukan melalui grup APM, terkait materi yang didapatkan seperti dari modul 1 hingga modul 5 sebanyak 24 sesi, bahkan bisa didiskusikan melalui group wa atau bertemu orang perorangan, namun hal itu, sangat membutuhkan waktu, tenaga dan kewaspadaan di tengah Pandemi Covid- 19, ungkap Beni.

Berbagai pengetahuan yang  didapatkan itu, nanti nya bisa dijadikan pula sebagai kegiatan pendampingan di wilayah kerja masing- masing dalam rangka menuju proses kemandirian para KPM.

Beni mengakui, memang ditengah pandemi Covid- 19 ini, tugas yang dilaksanakan pendamping PKH cukup berat dalam usaha memberikan pendampingan terhadap KPM, baik dari segi jumlah maupun jumlah permasalahan KPM yang cukup berfariasi itu.

Hal ini sangat membutuhkan kepiawaian para pendamping PKH dilapangan, sehingga eksistensi selaku pendamping PKH itu, sangat menentukan, dibutuhkan, diperlukan dan bermanfaat yang besar terhadap KPM.

Terkait pandemi Covid-19 di Sumatera termasuk pada beberapa daerah lainya di Indonesia, dimana kasus nya kini mengalami peningkatan.

Hal ini memberikan pembelajaran  yang baik bagi kita bersama, agar selalu waspada dan bukan harus panik dan takut, namun harus mematuhi protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, tidak berkerumun dan jaga jarak antara sesama, pinta Beni.

Kepala Bidang Penyelenggaran  Diklat dan Kerjasama BBPPKS Regional I Sumatera Nurdias mengatakan, pelaksanaan diklat P2K2 / FDS putaran terakhir yang berjumlah 236 orang itu, berasal dari 8 Propinsi se Regional I Sumatera, meliputi Propinsi Aceh 39 orang, Sumut 94 orang, Riau 21 orang, Kepri 5 orang, Sumbar 8 orang kemudian Propinsi Jambi 10 orang  Bengkulu 1 orang dan Propinsi Sumsel 58 orang.

Menurut Nurdias, seharusnya peserta yang mengikuti Diklat tersebut sebanyak 240 orang, namun 4 orang diantaranya tidak menjalani Diklat.(Rony Dz)