Bupati Sijunjung Sampaikan Nota Rancangan Perubahan APBD 2020 -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Bupati Sijunjung Sampaikan Nota Rancangan Perubahan APBD 2020

Selasa, 15 September 2020
Penyerahan berita acara laporan nota keuangan tentang rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sijunjung oleh Bupati Yuswir Arifin ke Ketua DPRD Bambang Surya Irwan.

Sijunjung, fajarsumbar.com Bupati Sijunjung Yuswir Arifin menyampaikan nota Keuangan tentang rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sijunjung 2020 dalam rapat paripurna DPRD Sijunjung, Selasa (15/9/2020).

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sijunjung dibuka Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Bambang Surya Irwan dan juga dihadiri Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy, Forkopimda.

Selain itu dihadiri juga unsur pimpinan DPRD dan para Anggota DPRD, Sekwan Hasmizon dan Doni Novrizon,SH,MM Kabag Persidangan. Sedangkan dari OPD yang hadir Sekretaris Daerah Zefnihan kepala OPD dan camat serta lainnya.

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin menyebutkan pada perjalanan APBD tahun anggaran 2020 ini, terjadi beberapa penyesuaian pendapatan, pergeseran belanja baik yang mengalami kenaikan, penurunan dan refocusing, sehingga harus diwadahi dalam perubahan APBD. 

Penyesuaian Juknis program dan kegiatan yang bersumber dari dana alokasi khusus, refocusing dan/atau pergeseran kegiatan dalam rangka penanganan dan pencegahan pandemi covid-19 serta penambahan program dan kegiatan yang bersumber dana dari bantuan keuangan provinsi dan dana bagi hasil lainnya.

Penyusunan rencana perubahan APBD Kabupaten Sijunjung tahun anggaran 2020 perpedoman pada perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2020 yang telah disepakati bersama antara bupati dengan DPRD.

Secara ringkas dari beberapa OPD yang ada di lingkup pengkap Sijunjung hanya tiga OPD dilakukan penambahan anggaran seperti di urusan pendidikan, mengalami penambahan sebesar Rp35.785.708.960,00 atau 80,42% dari rencana pada APBD awal sebesar Rp44.496.814.846 menjadi sebesar Rp80.282.523.806 pada perubahan APBD 2020. 

Urusan kesehatan, mengalami penambahan sebesar Rp10.026.587.267 atau 8,86% dari rencana pada APBD awal sebesar Rp113.120.410.639 menjadi Rp123.146.997.906 pada Perubahan APBD 2020. 

Urusan Perumahan Rakyat mengalami penambahan sebesar Rp519.019.145,00 atau 3,86% dari rencana pada APBD Awal sebesar Rp13.444.915.586,00 menjadi sebesar Rp13.963.934.731,00 pada Perubahan APBD tahun 2020, adapun penambahan anggaran tersebut dari tiga OPD itu bersumber dari  Dana Alokasi khusus (DAK) Sementara OPD lainnya terjadi refocusing (pengurangan anggaran) dampak dari wabah Covid-19. 2020 dari APBD awal. 

Berdasarka ringkasan Rancangan Perubahan APBD tersebut di atas, terjadi kenaikan defisit pendapatan atas belanja sebesar (Rp15.880.1344,36) dari semula sebesar Rp75.077.305,00 menjadi sebesar Rp90.457.356.344,36 dan ditutup dari pembiayaan yang didapatkan dari komponen penerimaan pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan, sehingga terdapat pembiayaan neto/bersih sebesar Rp90.457.356.344,36. (def)