Covid-19 Masih Menggila, RS Achmad Muchtar Jadi Rujukan Pasien Sudah Penuh -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Covid-19 Masih Menggila, RS Achmad Muchtar Jadi Rujukan Pasien Sudah Penuh

Kamis, 17 September 2020
Rumah Sakit Achmad Muchtar

Bukitinggi, fajarsumbar.com - Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi sebagai rujukan pasien Covid-19 sudah penuh. Sementara penyebara virus corona di Bukittinggi masih menjadi-jadi.

Hal itu dibenarkan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kepada wartawan, Rabu (16/9/2020). "Sekarang ini untuk RSAM Bukittinggi sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk isolasi pasien covid-19 sudah penuh," ujarnya.

Diakui sudah ada penambahan tempat tidur sebanyak 52 unit. Itupun semua sudah penuh. Ini sebagai bukti penyebaran Covid-19 masih berlanjut dan makin menggila, tidak saja di daerah Bukittinggi, tapi juga seluruh wilayah Sumater Barat.

Menurut Wako lagi saat memberikan penghargaan kepada rumah sakit (RS) yang melayani pasien Covid-19, mengajak seluruh warga agar ketika beraktivitas, terkhusus di luar rumah agar selalu mempedomani protokol kesehatan. Selalu pakai masker, sering cuci tangan menggunakan air bersih dan pakai sabun dan jaga jarak, bila berkumpul. 

Hal itu salah satu upaya untuk memutus mata rantai virus mematikan yang saat ini sudah menghebohkan seluruh dunia tersebut.

Berikan Penghargaan ke RS

Pemko Bukittinggi memberikan penghargaan kepada rumah sakit yang mengani pasien Covid-19. Hal itu sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Menurut dia penghargaan itu merupakan wujud apresiasi  pemerintah kota yang diberikan secara simbolis.

Menurut data sejak Maret 2020 lalu sampai Rabu (16/9/2020), jumlah warga Bukittinggi yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 198 orang.

"Sekarang ini untuk Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk isolasi pasien covid-19 sudah penuh. Ada penambahan tempat tidur dilakukan sebanyak 52 unit. Itupun semua sudah penuh, sebagai bukti bahwa penyebaran covid-19 masih berlanjut," terang Ramlan.

Lebih lanjut kata Ramlan, saat ini pihak pemerintah melalui tim gugus tugas masih menunggu hasil swab yang telah dilaksanakan. Untuk di Bukittinggi sudah dilaksanakan hampir 10.000 swab baik warga Bukittinggi maupun daerah lain.

"Sebanyak 459 sampel test swab di Bukittinggi masih belum keluar hasilnya dari lab. Ini tentu bisa saja bertambah. Tapi jangan khawatir, namun harus waspada. Bagaimana protokol kesehatan tetap dijalankan," jelasnya.

Dengan kerja keras tenaga kesehatan dan rumah sakit yang ada di Bukittinggi, tentu patut diberikan apresiasi. Sehingga penghargaan diberikan pemko atas kerja keras yang telah dilakukan selama ini.

Penghargaan itu, diberikan kepada Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM), RSSN, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit Madina, RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi dan Balai Veteriner Baso.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rumah sakit yang ada Bukittinggi termasuk tenaga kesehatan di dalamnya. Perjuangan yang luar biasa sudah  sepatut diberi penghargaan, dan kita doakan nakes kita juga tetap sehat selalu," ungkapnya. (gus)