Dihiasi Burung-burung Cantik, Kebun Binatang Bukittinggi Makin Menarik Dikunjungi -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dihiasi Burung-burung Cantik, Kebun Binatang Bukittinggi Makin Menarik Dikunjungi

Senin, 14 September 2020
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias berpoto dengan burung di Aviary.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meresmikan Kandang Aviary Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK), Senin (14/9/2020).

Kandang aviary TMSBK Kota Bukittinggi mulai difungsikan untuk dijadikan kandang unggasKandang aviary itu dinamakan Kinantan Bird Park yang diisi 15 jenis satwa unggas sebanyak 95 ekor.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meresmikan Aviary (Bird Park) yang terbesar di Indonesia.

Menurut dia, selama ini wajah Kebun Binatang dari tahun ke tahun tidak pernah berubah, sehingga jangan sampai orang berlibur ke Bukittinggi enggan masuk ke Kebun Binatang, karena yang akan  lihat hanya itu saja yang  membosankan.

“Kita membangun Kebun Binatang dengan konsep baru, sejahterakan binatang dulu baru jual karcis. Ada istilah bahwa yang mengurus kebun binatang gemuk, sementara binatangnya kurus-kurus ini tentu memalukan," ujar walikota.

Ini suatu dosa, dokter hewan harus selalu memperhatikan kesehatan binatang, harimau makannya minimal 4 kg perhari, dagingnya harus pilihan. 

Selesai  Aviary,  Pemko Bukittinggi saat ini yang sedang dibangun terowongan dari kaca tebal yang lewat didalam kandang Harimau, dimana pengunjung bisa langsung berpoto dengan Harimau hanya dibatas kaca.

Dengan  dibangunnya Aviary yang terbesar di Indonesia, pengunjung dapat melihat berbagai jenis burung terbang bebas didalam sangkar yang luas, seakan burung hidup dihabitatnya, ditambah lagi di dalam juga dibangun air terjun yang berfungsi tempat minum dan mandi unggas-unggas ini.

Disamping memberikan kebebasan dan kenyamanan terhadap burung, ditempat ini pengunjung mempunyai beberapa tempat yang berlatar indah untuk berfoto, baik di dalam kandang maupun pemandangan kearah Bukit Barisan.

“Kita juga punya Rumah Bagonjong yang bangunan serta kayunya masih asli dan bangunan ini sudah masuk sebagai cagar budaya. Rumah Bagonjong ini, tiang utamanya disamping kayu pilihan dan dari bawah sampai keatas terdiri satu batang kayu," ungkapnya.

Program renovasi tahap III direncanakan dibangunnya jembatan dari kaca tebal, seakan pengunjung ditantang dalam uji nyali, semuanya sekarang sedang dikaji  dari semua aspek.

Ditambahkan Ramlan, intinya untuk mengundang lebih banyak pengunjung datang ke Bukittinggi. “Kita harus selalu membuat inovasi baru, sebab sekarang saja Pendapatan Asli Daerah dari objek wisata mencapai Rp25 miliar," tutupnya.(gus)