Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Bukittinggi -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Bukittinggi

Rabu, 16 September 2020
Terduga pengedar narkoba ditangkap anggota Polres Bukittinggi

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Polres Bukittinggi kembali menangkap 2 terduga tersangka pengedar narkotika jenis sabu. Mereka LNS (33) dan RA (28) diciduk di Simpang Mancuang Nagari Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara SH, SIK,MH didampingi Kasat narkoba AKP Aleyxi Aubebillah, Kasubag Humas AKP Robinhot Sitinjak menyampaikan kepada wartawan di Mako Polres Bukittinggi, Rabu (16/9/2020).

Menurut Kapolres kejadiannya pada Selasa 15 September 2020 pukul 22 wib, kronologis penangkapan bermula dari informasi masyarakat, dan juga telah dilakukan penyelidikan Kasat Narkoba.

Dari info akan ada  transaksi norkoba pada malam ini, Kasat narkoba bersama anggota langsung terjun ke TKP , benar saja sekitar pukul 22.00 wib melintas satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vega warna merah BA 2335 VA.

Setelah diberhentikan pengendara yang berinisial LSN (33)  memcoba membuang barang bukti berupa bukusan plastik klip warna baning dibungkus tisu putih kerumput, yang diduga paket sabu.

Setelah digeledah LNS mengakui bahwa barang haram norkoba jenis sabu yang dibuang dirumput, benar miliknya.

Lebih lanjut LNS juga mengakui, paket sabu ini diperolehnya dari RA (28),  tanpa membuang waktu Kasat narkoba beserta anggotanya langsung memburu RA (28) sesuai informasi LNS.

Tidak memakan waktu lama kesigapan Kasat Narkoba berikut anggotanya dalam waktu  singkat berhasil menbekuk AM (28) beserta barang bukti 1 unit HP merek Vivo warna biru dan 1 unit sepeda motor merek Honda BA 5532 LC.

Kedua tersangka LNS (33) dan AM (28) digelandang langsung ke Polres Bukittinggi,dengan barang bukti 1 paket sabu, 1 unit Hp merek Samsung, Sepeda Motor Yamaha  Vega warna merah BA 2335 VA . Kemudian 1unit Hp merek Vivo warna Biru, Sepeda Motor Honda Revo warna hitam BA 5532 LC.

 Kedua tersangka terjerat dengan pasal 114 jo pasal 112 jo pasal 127 Undang- Undanf Nomor  25 Tahun 2009. (gus)