Ingat, Toko di Pasar Aur Kuning Tidak Boleh Diperjualbelikan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Ingat, Toko di Pasar Aur Kuning Tidak Boleh Diperjualbelikan

Senin, 28 September 2020

Herman


Bukittinggi fajarsumbar.com -  Terjadinya kesalahpaham pedagang tentang toko di Aur Kuning, disebabkan tidak membaca perjanjian dengan pihak ketiga sebagai pelaksana proyek pembangunan Pasar Aur Kuning, Bukittinggi.


Hal ini disampaikan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Epi Idris melalui Kabid Pasar, Herman kepada fajarsumbar.com di Kantor Camat Mandiangin, Senin (28/9/2020).


Menurut Herman, setelah terjadi kebakaran Pasar Aur Kuning, lokasi kebakaran kembali dibangun, bahkan Pasar Inpres yang berkontruksi besi berlantai dasar yang tidak ikut terbakar dibongkar dan dibangun berlantai III melalui pihak ketiga.


Selesai dibangun, lantai dasar yang semula berbentuk meja batu dipindahkan ke lantai II dan III. Sementara lantai dasar menjadi pertokoan. Pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan melakukan transaksi kepada pedagang  yang berminat, dengan perjanjian membayar konpensasi selama 5 tahun dan toko ini tidak boleh dipindahtangankan (dijual) kepada orang lain.


Dan sesuai perjanjian antara pedagang toko dengan pihak ketiga, setelah 5 tahun toko beserta tanahnya menjadi milik Pemerintah Daerah Bukittinggi. Karena perjanjian antara pedagang dengan pihak ketiga (pelaksana pembangunan) berakhir pada tahun 2000, seharusnya pihak Pemerintah Kota Bukittinggi telah melaksanakan pemberlakuan “Hak Sewa”.


Namun diduga adanya kelalaian dari Pemko sehingga banyak toko tersebut telah berpindah tangan, sehingga tidak heran ada orang yang memiliki sampai 5 atau 6 unit toko, dan dikontrakan kepada orang lain.


Lebih lanjut kata Herman, Perda No 22 tahun 2004 tentang pasar yang mengatakan toko dan tanah milik pemerintah tidak diperbolehkan dipindahtangankan (diperjual belikan), dikontrakan. "Pemerintah sebagai pemilik menyewakan kepada pedagang," ujarnya.


Disinilah terjadi salah pengertian pedagang, mereka menganggap dengan membayar konpensasi, kepada pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan, merasa telah membeli toko dan menjadi hak pribadi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pedagang, supaya berhati-hati terhadap adanya tawaran dari orang yang ingin mengontrakan toko, baik di Pasar Aur Kuning di Pasar Bawah maupun di Pasar Atas, agar mencari informasi ke Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi. Sebab yang namanya toko milik pemerintah tidak dapat diperjualbelikan maupun dikontrakan," ungkapnya. (gus)