Januari - Agustus Jasa Raharja Sumbar Telah Bayarkan Santunan Rp40,1 Miliar -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Januari - Agustus Jasa Raharja Sumbar Telah Bayarkan Santunan Rp40,1 Miliar

Senin, 14 September 2020
Agung Tri  Gunardi, SE., CSA

Padang, fajarsumbar.com PT Jasaraharja Cabang Sumatera Barat, periode Januari - Agustus 2020 telah membayarkan santunan bagi korban kecelakaan lalulintas di Sumatera Barat, sebesar Rp.40.178.836.618.

Untuk korban meninggal, dibayarkan sebesar Rp18.275.000.000, luka- luka Rp20.467.421.431, cacat tetap Rp449.650.00 dan biaya penguburan bagi korban yang tidak memiliki ahli waris Rp36.000.000.

Santunan kecelakaan yang diserahkan melalui periode Januari - Agustus 2020 itu mengalami penurunan sebesar, Rp226.944.871 atau 0,6% dibanding periode yang sama pada 2019 sebesar Rp40.405.781.489.

Untuk korban yang meninggal periode yang sama 2019, diserahkan santunan sebesar Rp350.000.000, luka-luka Rp103.344.322 dan cacat tetap Rp.4.500.000.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang PT Jasaraharja Sumatera Barat, Agung Tri  Gunardi, SE., CSA, didamping Kasubag Sumbangan Wajib dan Humas Lia Liana, kepada fajarsumbar.com, Sabtu (12/9/2020).

Agung berpendapat, menurunnya jumlah santunan yang dibayarkan periode 8 bulan lalu, diduga karena berkurangnya aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dan memanfaatkan kendaraan umum untuk berpergian. 

Namun masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, sejak bulan Maret hingga Juli lalu, karena takut tertular pandemi Covid-19.

Kecelakaan lalulintas yang terjadi pada periode Januari -  Agustus 2020 itu, dinominasi oleh kendaraan sepeda motor yang di kendarai kalangan remaja usia produktif mencapai 59 persen, angkutan umum seperti truk dan lainya 19,6 persen, kemudian kendaraan pribadi 17,5 persen.

Terkait dengan hal itu, para orang tua remaja, agar selalu mengawasi anak-anaknya yang akan menggunakan kendaraan sepeda motor, terutama yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Guna mengantisipasi hal tidak diinginkan di jalan umum, karena lebih baik mencegah dibanding mengobati, ujar Agung.

Bagi pengguna kendaraan sepeda motor lainya, agar bisa pula melengkapi kewajiban yang diperlukan saat mengendarai kendaraan bermotor, seperti membawa SIM, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), menggunakan Helm dan selalu tertib berlalulintas.

Apalagi volume kendaraan yang cukup padat, baik pada jalan-jalan di pusat kota maupun jalan menuju dan keluar masuk Kota Padang banyak tanjakan dan tikungan. 

Para pengguna kendaraan bermotor perlu berhati- hati, meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rambu- rambu lalulintas, ungkap Agung lagi.(Rony Dz)