Kalapas Lubuk Basung Panen Jagung Bersama Warga Binaan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Kalapas Lubuk Basung Panen Jagung Bersama Warga Binaan

Kamis, 17 September 2020
Kalapas Lubuk Basung Suroto bersama staf dan warga binaan lakukan panen jagung dalam program asimilasi.

Lubuk Basung, fajarsumbar.com - Berbicara mengenai lembaga permasyarakatan (Lapas)  terbayang tentunya tentang orang yang bermasalah yang terkurung dibalik tembok dalam ruangan berjeruji besi. Namun hal itu terbantah dengan program asimilasi yang dilaksanakan di Lapas Lubuk Basung, Kamis 17/9/2020.

Kepala lembaga pemasyarakatan (Kalapas) dan staf bersama 7 warga binaan melakukan panen jagung
di lahan Lapas seluas 1 hektare yang berada di samping bangunan.

Kepala Lapas Lubuk Basung Suroto ketika berbincang dengan fajarsumbar.com di sela kegiatan panen jagung  menyampaikan, Lapas tidak lagi hanya sebagai tempat kurungan orang yang bermasalah secara hukum, namun juga di lakukan pembinaan dan pembekalan selama mereka menjalani masa hukuman.

Salah satu kegiatan asimilasi mendukung resolusi kemasyarakatan untuk ketahanan pangan. Juga untuk mencapai target Pendapatan Negara Bukan Pajak  (PNBP).

"Untuk ketahanan pangan kita telah memulai dengan menanam jagung, berkolam ikan, dan ini merupakan panen jagung yang kedua, yang pertama kita juga sudah panen sekitar empat bulan yang lalu," ujarnya.

Salah satu kegiatan kita dalam mendukung program resolusi kemasyarakatan untuk ketahanan pangan dan PNBP adalah dengan mengkaryakan beberapa warga binaan dalam pengolahan pertanian seperti halnya dengan  bertanam jagung di lahan milik lapas.

Ia menambahkan untuk target PNPB 2020 sebesar Rp8,8 juta, dan untuk 2021 Rp15 juta. Untuk warga binaan yang ikut program asimilasi tentunya kita selektif dan ada beberapa syarat yang yang harus  dipenuhi. 

Pertama warga binaan yang hukumannya telah lebih se tengah dijalani, berkelakuan baik, dan bukan narapidana kasus berat dan kasus narkoba. 

Saat ini jumlah warga binaan  258 orang ,jumlah petugas lapas 39 orang. Di samping melakukan kegiatan asimilasi dalam kawasan lapas juga bekerja sama dengan pihak ke tiga, para warga binaan yang ikut asimilasi.

Di samping mereka juga punya penghasilan, sekaligus menyiapkan mereka apabila telah selesai melaksanakan hukuman. Sekembalinya mereka bersama keluarga sudah mempunyai bekal sehingga produktif untuk hidup di tengah masyarakat dan tidak ada lagi alasan himpitan ekonomi yang menhalalkan mereka melakukan kejahatan

Sekarang ini  pihak lapas lebih menekankan reintegrasi dengan melibatkan tiga pilar yaitu warga binaan, petugas dan masyarakat, dan juga dukungan Pemda setempat, harapnya. (yanto)