Mentawai Satu-satunya Laksanakan Belajar Tatap Muka di Sumbar -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Mentawai Satu-satunya Laksanakan Belajar Tatap Muka di Sumbar

Selasa, 01 September 2020
.

Mentawai, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan akhirnya membuka sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi  Covid-19.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dari jenjang pendidikan SMP hingga SMA di daerah itu dimungkinkan sebab Kepulauan Mentawai telah menjadi satu-satunya daerah zona hijau sebaran corona di Provinsi  Sumatera Barat.

Guna memastikan KBM tatap muka berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus korona (Covid-19) secara ketat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai Oreste Sakeru bersama Juru Bicara Bidang Teknis Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Serielie BW   secara langsung meninjau kesiapan belajar di SMP Negeri 2 Sipora Selasa, (1/9/2020).

Kadisdikbud Mentawai Oreste Sakeru  menyebutkan bahwa penerapan metode pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Sipora akan menjadi sekolah percontohan bagi 31 Sekolah Menengah lainnya, baik swasta maupun negeri yang tersebar di Kepulauan Mentawai.

"Hari ini berdasarkan intruksi dari surat edaran bupati untuk pembelajaran tatap muka di SMP mulai diberlakukan, hanya saja kebijakan tersebut baru kita edaran sejak kemaren malam, jadi guru-guru baru membicarakannya hari ini, tetapi kelompok belajar sudah ada dan petunjuk teknisnya juga sudah kita bagikan kepada sekolah hari ini," katanya.

Ia menyebutkan secara teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka setiap harinya hanya boleh diikuti oleh 50 persen dari jumlah siswa, dimana dalam satu minggu setiap siswa akan mengikuti pembelajaran tatap muka masing-masing 3 hari dan 3 hari melakukan sistem belajar jarak jauh.

"Misalnya sekolah smp Negeri 2 Sipora ini siwa-siswinya berjumlah 413 orang, maka hari ini siswa yang masuk 50 persen dari jumlah itu, 207 atau 206, kemudian besoknya diikuti oleh siswa lainnya, jadi antara siswa yang masuk dan sebagian yang di luar itu tidak berpapasan," ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Serielie BW kepada wartawan mengatakan bahwa secara prinsip SMP Negeri 2 Sipora telah memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka, namun ia meminta agar selama pembelajaran tatap muka dilakukan para  guru tidak boleh bolak-balik ke padang.

"Kita tau sekarang kasus Covid-19 di Sumatera Barat khususnya di padang terjadi peningkatan, untuk itu sebaiknya para rekan guru untuk sementara waktu selama pembelajaran jarak jauh dilakaukan diharapkan tidak mondar-mandir ke padang dulu, kemudian  penerapan protokol kesehatan dI sekolah betul-betul harus diterapkan," tuturnya.

Lanjutnya, pembelajaran tatap muka baru bisa diterapkan di tingkat SMP dan SMA, sedangkan untuk tingkat sekolah dasar (SD) belum bisa dilakukan dan menunggu sampai satu atau dua bulan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tingkat SMP dan SMA berjalan dengan baik atau tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. (N)