Padang Pariaman Butuh Rp193 Miliar untuk Perbaiki Daerah Terdampak Bencana -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Padang Pariaman Butuh Rp193 Miliar untuk Perbaiki Daerah Terdampak Bencana

Rabu, 02 September 2020
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni didampingi Kepala BPBD Budi Mulia saat meninjau banjir di Sungai Limau, sebelum wabah Covid-19 beberapa waktu lalu.

Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman butuh anggaran Rp193 miliar untuk rehabilitasi fasilitas umum yang terdampak bencana di beberapa titik.

Pemerintah Padang Pariaman mengajukan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Jakarta. Ada 21 titik lokasi terdampak bencana alam beberapa waktu lalu. Terdiri dari infrastruktur jalan, jembatan, penanggulangan banjir dan lainnya.

Bupati Padang Pariaman melalui Kepala BPBD Budi Mulia berharap apa yang telah direncanakan melalui usulan proposal ke BNPB Pusat dapat mengakomodir dan direalisasikan tahun depan.

"Sesuai arahan bupati, jumlah semua usulan yang diajukan dapat diprioritaskan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum atau sarana vital terdampak bencana" ungkap Budi Mulia didampingi Inspektorat Padang Pariaman di Kantornya, Rabu (02/09/20).

Dikatakannya, salah satu yang item yang akan diusulkan ke BNPB itu adalah Jembatan Lubuk Napa, Kecamatan Padang Sago dengan proposal sebesar Rp 36 Milyar. Jembatan tersebut menjadi skala prioritas karena telah ambruk dan rusak parah akibat luapan air sungai beberapa tahun silam. Akibatnya akses transportasi masyarakat menjadi terganggu, apalagi daerah tersebut merupakan sentra perkebunan yaitu papaya.

Kemudian, sebut Budi Mulia, usulan untuk penggulangan banjir di Kecamatan Sungai Limau dan sekitarnya. Diketahui meluapnya sungai di Sungai Limau mengakibatkan banjir, apabila curah hujan tinggi.

Sebelumnya, tambah Budi Mulia, proposal yang diantar langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni telah disetujui dan direalisasikan oleh Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni  Monardo. Yakni pembangunan Jembatan Sikabu Kayu Gadang Kecamatan Lubuk Alung senilai Rp25 milyar yang telah diterima dananya sejak akhir Desember 2019 lalu.

“Alhamdulillah, sebelumnya proposal kita disetujui dengan dana sebesar Rp25 milyar untuk Jembatan Sikabu dan saaat ini sedang proses pengerjaan. Sekarang kita ajukan lagi mudah-mudahan diakomodir oleh BNPB Pusat,” jelas Budi Mulia. (saco)