Belum Juga Ditempati Toko di Pasa Ateh, Pedagang akan Beri Sanksi -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Belum Juga Ditempati Toko di Pasa Ateh, Pedagang akan Beri Sanksi

Senin, 14 September 2020
Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Epi Idris.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Pedagang yang belum menempati toko di Pasa Ateh, Kota Bukittinggi akan mendapat peringatan ke II. Hebatnya ada pedagang nakal yang telah mendapat toko, malah mengontrakan kepada orang lain.

Hal ini disampaikan Kepala Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Epi Indris jepada fajarsumbar.com di di kantornya, Senin (14/9/2020).

Menurut Epi Indris, benar bahwa telah memberikan peringat I bagi yang belum membuka toko sebanyak 114 unit dan sekarang masih ada sekitar 81 unit yang belum buka, dan dalam bulan ini akan diberikan peringatan ke II.

Kendala yang dihadapi pedagang faktor pemodalan, kedua ada pedagang yang selama ini  hidup dengan cara mengontrakan toko kepada orang lain, sehingga sekarang untuk memulai berdagang mereka kebingungan. Ketiga sampai saat ini masih banyak yang sedang mendekorasi toko mereka.

Lebih lanjut kata Epi Indris, mengingatkan kepada pedagang yang masih belum menempati toko di Pasa Ateh segeralah melakukan aktivitas berdagang. Sebab setelah peringatan ke II ini tentu akan berlanjutkan ke peringatan III yang akan berujung kepenyegelan dan hilangnya hak sewa dari yang bersangkutan.

“Kita tentu tidak menginginkan hal seperti ini akan terjadi, diminta kesadaran pedagang. Jangan nanti hak sewanya diputus otomatis akan diberikan kepada orang yang betul -betul ingin berdagang," ujarnya.

Menyangkut dengan toko penampungan korban kebakaran, mereka ini telah mendapat jatah toko dibangunan baru. Namun Pedagang nakal mengontrakan toko penampungan, kepada orang lain tanpa sepengetahuan Pemerintah Bukittinggi.

Sewa perbulan berpariasi mulai Rp500 ribu - Rp1 juta perbulan, menurut pengamatan bahwa sekarang yang berdagang di toko penampungan bukan pedagang korban kebakaran. Mereka menangis mau dikemanakan barang jualan ini, namun sebagai toleransi diberi 2 minggu harus dikosongkan. 

Inilah dilema setiap ada pembangunan pasar baru pedagangnya selalu bertambah, bahkan pedagang yang menyewa tidak tahu alamat orang yang mempersewakan toko penampungan ini. (gus)