Pendamping Program Keluarga Harapan dalam Kompetensi Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Pendamping Program Keluarga Harapan dalam Kompetensi Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab

Kamis, 03 September 2020
.

Padang, fajarsumbar.com - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), merupakan mitra pemerintah, dalam usaha melaksanaan program perlindungan dan jaminan soal bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam kegiatan nya, para pendamping tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, namun yang lebih penting, bagaimana pendamping PKH bisa mendorong KPM, sehinga nanti nya mereka bisa graduasi secara mandiri yang memungkinkan bisa diarahkan untuk mendapatkan program lainnya.

Hal tersebut di ungkapkan 
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial BBPPKS Regional I Sumatera Beni Sujanto, ketika ditemui fajarsumbar.Com, usai pembukaan Diklat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) / Family Development Session (FDS), bagi pendamping  PKH secara e-learning atau daring dari BBPPKS Regional I Sumatera di Kecamatan Pauh Kota Padang,Rabu,(2/9/2020). 

Disisi lain, pendamping PKH harus bisa mengaitkan program, antara program KPM dengan program lain yang bersifat komplementer, kemudian membuat laporan kegiatan, meng _updating_ data dan mensosialisasikan program pembangunan kesejahteran sosial yang terkait dengan PKH kepada _stakeholder_ di daerah masing- masing.

Dengan demikian, Beni berharap, peserta bisa pula mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh melalui diklat, agar bisa terwujud suatu perubahan terhadap perilaku KPM, baik dari segi pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan sosial yang lebih baik bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat PKH dimaksud.

Terkait dengan hal itu, pendamping PKH, agar bisa melaksanakan tugas dengan baik, sesuai dengan standar operasional dan mekanisme yang telah ditetapkan Direktoral Jaminan Sosial Keluarga.


Kepala Bidang Penyelenggaran  Diklat dan Kerjasama BBPPKS Regional I Sumatera Dra. Nurdias. M.Pd, mengatakan, pelaksanaan diklat P2K2 / FDS putaran terakhir yang berjumlah 238 orang, dilaksanakan sebanyak 8 angkatan dan setiap angkatan diikuti, berkisar antara 29 dan 30 orang.


Peserta berasal dari 8 Propinsi se Regional I Sumatera, meliputi Propinsi Aceh, Sumut, Riau, Kepri Sumbar, kemudian Propinsi Jambi Bengkulu.

Selain dibekali dengan modul, peserta, juga mendapatkan teori dari fasilitator, terutama dari  Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Penanganan Fakir Miskin, Kepala BBPPKS Regional II Yogyakarta dan Kepala BBPPS Regional I Padang.

Tahun 2020 ini, BBPPKS Regional I Sumatera, mendapat kepercayaan dari Unit Pelaksana Teknis Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos Ri) untuk melaksanakan Diklat P2K2 / FDS, bagi 1. 611 orang pendamping PKH. (Rony Dz)