Pjs Bupati Solsel Sidak Hari Pertama Kerja, Ditemui ASN Merokok Kaki di Atas Kursi Kabag Banyak tak Masuk -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Pjs Bupati Solsel Sidak Hari Pertama Kerja, Ditemui ASN Merokok Kaki di Atas Kursi Kabag Banyak tak Masuk

Senin, 28 September 2020
Hari pertama kerja Pjs Bupati Solok Selatan melakukan sidak ke instansi, ditemui banyak OPD dan Kabag tidak masuk kerja.



Solsel, fajarsumbar.com -  Kurenah kurang elok diperagakan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Solok Selatan (Solsel) saat sidak pertama masuk kerja Pjs Bupati Jasman Rizal, Senin (21/9/2020).


Pada hari pertama masuk kerja itu, Jasman Rizal juga tidak menemui satupun Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Pemkab Solsel, kecuali Kabag Humas Firdaus Firman. 


Malah ada kantor yang kosong, dan ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditemuinya berperilaku kurang pas di pandang. Dan ini meski diperbaiki ke depannya, sikap baik ditunjukan ASN. 


Atas kurenah kurang pas tersebut ditemuinya pada hari pertama masuk kerja itu, akhirnya Jasman Rizal menyampaikan seluruh uneg-unegnya, agar ke depan tidak ditemui lagi.


"Saya keliling ke sekretariat, tidak satupun Kabag saya temui. Malah ada ASN merokok-rokok di dalam ruangan kantor dan kakinya naik di atas kursi," ungkap Pjs Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal saat tamu ramah dengan seluruh kepala OPD di Aula Kantor Bupati Solsel, Senin (28/9) usai makan siang. 


Meski Pjs, Jasman menegaskan dia memiliki kewenangan yang sama dengan bupati defenitif, hanya saja dalam membuat program tidak bisa. 


Untuk itu, di tahun politik ini agar ASN tidak ikut serta berpolitik. Tapi bagaimana menunjukan netralitas sehingga tidak ada yang dirugikan dalam situasi politik pemilihan kepala daerah serentak di Solsel. 


"Suka tidak suka, mau tidak mau. Maka saya akan ambil tindakan, bila ada ASN tidak netral dalam masa tahun politik ini," tegasnya. 


Kemudian pelayanan publik harus diterapkan dengan baik, hal ini meski dibenahi. Karena setalah ia berkeliling dari kantor ke kantor, perlu diperbaiki bersama-sama. 


Termasuk masalah terkait sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Jasman meminta instansi terkait harus betul-betul bekerja di lapangan. Jangan sampai pelanggaran banyak, karena belum banyaknya diketahui adanya Perda tersebut di masyarakat. 


"Sosialisasi Peda Adaptasi covid-19 ini, meski harus digencarkan lagi. Jangan sampai masyarakat divonis bersalab


Di Sumbar katanya, jumlah terinfeksi covid-19 254 orang. Dikatakan Jasman, Solsel tes swab paling sedikit di Sumbar. Umumnya, Orang Tanpa Gejala (OTG) kalau dikalkulasikan jumlahnya 90 persen. 


Minimal satu hari sampel swab diambil 1.000 orang, dengan cara ini dapat ditekan peningkatan jumlah terpapar covid-19.


"Kenapa saya tidak mau bersalaman dengan ASN, sebab saya takut menyebar virus. Walaupun saya sudah berkali-kali swab," paparnya. 


"Kebanyakan kita, saat bicara masker dibuka. Kalau tidak bicara, mulut ditutup," ucapnya. 


Jasman pun mengkritik seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Bupati. 


Sebab ketika ia mengirim informasi berupa pesan di group, malah OPD tidak ada yang menanggapinya. Seolah-olah kata Jasman, informasi yang dia berikan itu tidak penting. Sehingga tidak ada yang mau menjawabnya atau membalas sedikit komentar. Padahal untuk kedekatan saja, dan penyambung silaturahmi. 


"Kalau di balas dengan "Ok" saja. Kan senang saya, nih malah seperti tidak peduli," terangnya. (Abg)