Sumbar Memiliki Sumber Daya Alam Menjanjikan -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Sumbar Memiliki Sumber Daya Alam Menjanjikan

Selasa, 01 September 2020
Maswar Dedi

Padang, fajarsumbar.com - Daerah Sumatera Barat memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang menjanjikan bagi investasi, baik dari pelaku Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Potensi investasi tersebut, meliputi di sektor pariwisata, perkebunan, perikanan dan kelautan, kemudian sektor perdagangan dan teknologi energi terbarukan yang cukup banyak diminati kalangan investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Propinsi Sumatera Barat, Maswar Dedi, mengungkapkan hal itu, ketika dikonfirmasi fajarsumbar.com, terkait jumlah investasi PMDN dan PMA di Sumatera Barat 2020, Selasa, (1/9/2020).

Menurut Maswar, tekhnokogi ketebarukan ini dengan investasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) oleh PT Supreme Energy di Muaro Labuah Kabupaten Solok Selatan yang kini telah mulai beroperasi, dengan nilai investasi sebesar Rp6 triliun.

Investasi lain yang berpotensi bagi kalangan investasi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di  Daerah Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Pasaman dan Agam.

Dari sejumlah investasi PLTMH itu, masih ada investornya yang belum dan telah mulai melakukan pekerjaan pembangunan fisik.

Kepada investor yang bergerak di bidang investasi PLTMH, Maswar berharap, agar segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan fisik investasi, sehingga nanti nya, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Menyinggung tentang investasi di bidang pariwisata Sumatera Barat, ia mengakui, memang sektor pariwisata itu, selama ini telah menjadi unggulan ivestasi. Namun sejak mewabahnya pandemi Covid- 19, sektor ini pun telah berpengaruh terhadap investasi.

Melalui era tatanan kehidupan baru atau (new normal) ini diharapkan ke depan investasi sektor pariwisata dimaksud, bisa bangkit kembali dan bisa pula sebagai investasi unggulan di Sumatera Barat.

Apalagi didukung, dengan potensi kawasan wisata ekonomi khusus di Kepulauan Mentawai dan kawasan wisata ekonomi khusus Mandeh, Pesisir Selatan yang kini masih dalam proses pembangunan.

Kedua sektor investasi wisata di kawasan ekonomi khusus tersebut, bisa segera terwujud dan bisa menjadi investasi yang besar, dalam rangka mendorong kegiatan investasi di daerah ini, sekaligus mendorong peningkan Pemasukan Asli Daerah (PAD) Propinsi Sumatera Barat dan.

Dijelaskan, realisasi dari target investasi PMDN dan PMA di Sumatera Barat periode triwulan kedua 2020, telah mencapai, sebesar, 36,28 persen.

Terdiri dari investasi PMDN sebesar, Rp2,8 triliun atau mencapai 21,97 %, dengan nilai investasi, sebesar Rp626 milia. Sedangkan PMA, sebesar US 125.000.000 (Dolar Amerika) atau mencapai 54,26 %, dengan nilai investasi sebesar, US. 67.572.000 (Dolar Amerika).

Untuk mencapai target investasi yang telah ditetapkan pada 2020, pihaknya terus bekerja semaksimal mungkin, sehingga target yang direncanakan atau berakhir pada Desember nanti, diharapkan bisa dicapai 100 % atau melebihi dari target.

Investasi kelautan dan perikanan, mempunyai potensi yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ikan tuna ke Negara Jepang. Begitu juga investasi bidang perkebunan berupa kelapa sawit dan turut juga memberikan kontribusi ekspor ke berbagai pasar luar Negeri.

Menyinggung tentang investasi yang dikelola investor di Sumatera Barat periode 2020, menurut Maswar, terdiri dari PMDN sedangkan investor PMA, berasal dari 16 negara, diantaranya dari Negara Singapura dengan nilai investasi terbesar, dibanding investasi dari 15 Negara lainnya.

Ke-15 negara itu, seperti Belanda, Malaisia termasuk Hongkong, Cina dan Tiongkok, kemudian Jerman, Australia, Belgia India, Brazil Inggris, Francis, Afrika Selatan, Spanyol dengan total investasi secara keseluruhan mencapai, sebesar U$. 67. 572.000 (Dolar Amerika).

"Dari segi investasi PMDN, diantara nya mereka menggelola dan bergerak dalam berbagai investasi yang tersebar pada 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat," ungkapnya.

Jika ada Investor yang mengalami habatan dalam membangun ivestasi, pihaknya tetap mengawal dan turut memantau, sehingga kegiatan pembangunan
invstasi itu, tidak bisa terhenti dan bisa pula berjalan dengan lancar.

Untuk pengurusan izin usaha bagi calon investor yang akan ber-investasi di daerah ini, petugas DPM PTSP Propinsi Sumatera Barat, tetap memberikan kemudahan pelayanan secara online, baik melalui Kantor DPM PTSP Propinsi Sumatera Barat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta bisa pula melalui pelayanan online Single Submission (OSS).

Ia menyebutkan, di tengah pandemi Covif- 19 ini, diduga masih ada investor yang masih menahan diri untuk menanam investasi nya di daerah Sumatera Barat.(Rony Dz)