Tambang Sawahlunto Jadi Perhatian Khusus Inspektur dan Dinas ESDM Sumbar -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Tambang Sawahlunto Jadi Perhatian Khusus Inspektur dan Dinas ESDM Sumbar

Selasa, 01 September 2020
Kadis ESDM Provinsi Sumatera Barat Herry Martinus beserta jajaran didampingi Inspektur Tambang saat bersama awak media di ruang kerjanya, Senin (31/8/2020).

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kota Sawahlunto identik dengan tambang batubara, bisa dikatakan 90 persen ekonomi daerah itu bergerak dari aktivitas pertambangan yang ada di wilayah setempat.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat Herry Martinus mengatakan bahwa pada saat ada kewenangan kabupaten/Kota terkait tambang batubara. Disitulah masuk peluang-peluang oleh pelaku tambang yang secara regulasi memang tidak memungkinkan dan secara ekonomi sangat membantu serta secara pemberdayaan juga membantu suplai batubara ke PLTU Ombilin.

Diakui Kadis, memang banyak hal yang tidak terpenuhi dalam apsek keselamatan karena yang menambang tidak sesuai dengan aturan-aturan idealnya, tapi dengan adanya pembinaan dari para Inspektur Tambang maka sudah agak lumayan.

"Dalam pertemuan forum-forum diskusi dengan kepala dinas dan kementerian, selalu saya minta perhatian-perhatian khusus kepada Kota Sawahlunto, karena ada 10 IUP yang masih beroperasi. Sebetulnya itu bukan IUP, tetapi adalah tambang rakyat yang di legalkan dengan IUP," ucap Herry Martinus di ruang kerjanya didampingi oleh inspektur tambang saat diwawancarai awak media, Senin (31/8/2020).

Artinya, sambung Kadis, dapat perhatian dari pusat untuk membenahi dalam hal melakukan pembinaan-pembinaan terhadap pengelolaan tambang. "Dalam konteks pembinaan baik secara formal maupun formil kami telah melakukan hal-hal itu secara keseluruhan", sambungnya.

Disampaikan Herry Martinus, terkait penambang-penambang nakal yang menambang diluar IUP dan membuang tanah bekas galian ke Daerah Aliran Sungai (DAS), pihaknya segera memanggil penambang agar menghentikan kegiatan tersebut.

"Tolong buat surat pelarangan, itu tidak boleh", tegasnya kepada inspektur tambang.

Dipesankan Kadis, untuk menjadi pengusaha tambang, harus banyak hal yang mesti mereka ketahui. "Nah, ini belum secara maksimal mereka pahami", tandasnya. (ton)