Vaksin Merah Putih Akan Segera diuji Kemenristek -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Vaksin Merah Putih Akan Segera diuji Kemenristek

Kamis, 03 September 2020
(ilustrasi)

Jakarta, fajarsumbar.com - Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan apresiasi dan mendukung semua pihak yang melakukan riset serta inovasi penanggulangan Covid-19, termasuk vaksin Merah Putih. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio berharap, vaksin Merah Putih dapat melalui tahap uji coba pada hewan dalam 2-3 bulan ke depan. 

Pasalnya, perkembangan vaksin Merah Putih berasal dari isolat virus dari Indonesia. Pada Senin (31/8/2020), Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek) Ali Ghufron Mukti menyampaikan harapannya agar pengguna lebih banyak memanfaatkan hasil riset serta inovasi buatan dalam negeri. 

Jika hal tersebut dilakukan, terutama pada hasil riset dan inovasi di bidang kesehatan, Indonesia bisa mengurangi impor dan tidak bergantung dengan produk luar negeri. 

"Kalau triple helix sudah jalan lalu ada kepastian jaminan bahwa kita bikin inovasi dan produk akan dibeli, maka kualitas dan harga akan semakin baik. 

Kenapa masih harus impor padahal di sini ada. Itu saya kira PR berikutnya,” imbuh Ghufron pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Dilansir dari situs resmi Kemenristek, triple helix merupakan istilah dari kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi, dan industri serta masyarakat. 

Ke depannya, Ghufron menginginkan adanya komunikasi dan koordinasi agar terhindar dari konsep saling menyalahkan. “Kalau ini semua bisa, maka kami optimis peneliti dan produsen alat kesehatan kita akan semakin banyak yang bisa mandiri dan profesional. 

Bayangkan dalam waktu 4 bulan saja sudah ada 61 inovasi baru terkait yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya," ungkap Ghufron. 

Perkembangan vaksin untuk COVID-19 Sejak virus Covud-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, penduduk dunia masih rentan terhadap penyakit ini. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan vaksin. 

Berdasarkan artikel BBC, penemuan vaksin menjadi penting karena ia akan memberikan perlindungan dengan melatih sistem kekebalan tubuh agar bisa melawan virus. Alhasil, manusia tidak jatuh sakit. Namun, normalnya pembuatan vaksin membutuhkan waktu bertahun-tahun. 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir pun mengungkapkan, masyarakat Indonesia baru dapat mengonsumsi vaksin Merah Putih pada 2020. 

“Jadi Januari 2021 diproses lebih lanjut pre klinis hingga uji klinis fase 3 hingga produksi dan 2022 vaksin Merah Putih bisa diberikan ke masyarakat Indonesia,” jelas Honesti pada Selasa (1/9/2020). 

Meski vaksin bukan solusi jangka panjang untuk virus COVID-19, tetapi vaksin dapat melindungi tubuh. Hingga saat ini, kurang lebih ada 140 vaksin yang melewati tahap uji pra-klinis. Akan tetapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan, vaksin virus Covid-19 tidak akan siap sampai awal tahun 2021. (*)