Akses Jalan TMMD Reguler Brebes Juga Mensejahterakan Penjual Kelontong Kedung Kandri -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Akses Jalan TMMD Reguler Brebes Juga Mensejahterakan Penjual Kelontong Kedung Kandri

Minggu, 11 Oktober 2020


Brebes, fajarsumbar.com - Adalah Iroh (48), warga Dusun Kedung Kandri RT/RW. 01, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang menyatakan terima kasih kepada Pemerintah dan TNI, serta seluruh pihak lainnya yang telah membantu membebaskan 100 kepala keluarga di dusunnya itu dari keterisoliran puluhan tahun.


“Saya menaruh hormat yang setinggi-tingginya kepada anggota TNI, yang telah membuka jalan dari dusun kami menuju Desa Kalinusu, sepanjang 2,2 kilometer, sehingga secepatnya kami bisa menggunakan sepeda motor untuk ke Pasar Bumiayu di Kota Kecamatan Bumiayu,” ungkapnya sebelum menyebrang rakit menuju dusunnya dari pinggiran Kali Pemali, di Dusun Gempol, Desa Bantarkawung. Minggu (11/10/2020).


Menurutnya, jalan TMMD selebar 4-6 meter yang tinggal pekerjaan memperkeras jalan itu, jelas memudahkan segala aktivitas warga Kedung Kandri ke balai desa atau ke Kota Kecamatan Bumiayu.


“Kini ke Balai Desa Kalinusu hanya 8-10 saja, sedangkan ke Kota Bumiayu hanya 34 menit, daripada sebelumnya 45 menit lebih, tergantung lama tidaknya naik rakit,” imbuhnya.


Iroh juga mengapresiasi rencana pihak desanya yang akan menganggarkan pembuatan jembatan gantung dengan dana desa di tahun depan 2021, sehingga akan menghapus ongkos rakit sebesar seribu rupiah per orang, Rp. 2 ribu per sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu per sepeda motor.


Dengan terbukanya jalan TMMD itu, secara otomatis bagi pedagang sepertinya, kedepan akan banyak distributor barang yang langsung menyetok ke dusunnya melewati jalan TMMD tersebut. Pasalnya, jika dengan naik rakit maka barang-barang kebutuhan pokok yang dapat dibawanya jumlahnya sangat terbatas dan ditambah biaya perahu.


“Saya selaku pedagang jelas terbantu. Secepatnya tinggal telpon dan barang-barang pesanan langsung diantar ke dusun saya oleh distributor, sehingga harga jual eceran di dusun saya bisa berkurang, dan meningkatkan daya beli warga kami yang mayoritas hanya petani dan buruh tani,” tandasnya.


Dirinya mencontohkan, untuk harga air mineral biasa, satu galon isi ulang di Kedung Kandri adalah Rp. 10 ribu, karena membawanya dengan naik rakit. Terlebih jika Kali Pemali banjir beberapa hari, maka penduduk Kedung Kandri benar-benar terisolir sehingga harga air mineral satu galon bisa mencapai Rp. 15-20 ribu, termasuk kebutuhan pokok lainnya juga menjadi lebih mahal.


Selain itu, bagi para petani, jalan TMMD itu akan memangkas ongkos angkut hasil panen, dimana sebelumnya sebesar Rp. 50 ribu lebih per karung, tergantung jarak. Pun, akan mendekatkan pelayanan kesehatan di Polindes Kalinusu serta sekolahan yang ada di wilayah Desa Kalinusu dan desa tetangganya, Desa Kaliwadas, tanpa menyebrang rakit.


Untuk itulah, dengan kedua opsi tersebut (rencana jembatan gantung dan jalan TMMD yang hampir jadi), juga diharapkan akan memotivasi anak-anak Kedung Kandri untuk melanjutkan sekolah minimal lulus SLTA, karena selama ini kebanyakan hanya cukup lulus SD atau SLTP. (Aan)