Hikmah di Balik Angka 10, 10, 10 -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Hikmah di Balik Angka 10, 10, 10

Minggu, 11 Oktober 2020



Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Hadi Susilo, SSTP, M.Si, Sabtu (10/10/2020) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid -19. Pada hari pertama menjalami status pasien Covid-19. Semenjak dirinya mulai ada gejala hingga pelaksanaan swab. Sebagai informasi dan pelajaran bagi masyarakat tulisannya baik untuk dibaca.

****

Penantian dan tanda tanya terjawab sudah Sabtu, tanggal 10 bulan 10 pukul 10, angka cantik bagi pasien 301 Pesisir Selatan. Dalam rilis berita juru bicara Satgas Covid 19 disebutkan inisial sebagai HS seorang ASN Dinas Pariwisata dinyatakan positif Covid bersama 25 pasien baru lainnya (humas pessel). Tak lain inisial HS adalah saya Hadi Susilo.


Berawal dari niat untuk lebih mawas diri dan menjaga yang lainnya, inisiatif untuk tes swab saya lakukan pada Selasa  6-10-20 di rumah sakit layanan Covid-19 kebanggaan kita RSUD Dr. M Zein Painan. 


Langkah ini bukan tanpa alasan, demam dan denyut sakit kepala yang dirasakan sejak 26 September 2020 yang tak kunjung pulih hingga tes swab itu diambil, memberi sinyal seakan yang terasa bukanlah demam biasa, karena selain tak pernah demam dengan durasi waktu yang cukup panjang, demam ini disertai sakit kepala yang juga tak seperti biasa. 


Alhamdulillah, pada saat keinginan tes swab ini muncul, teman teman tenaga medis di RSUD juga sedang melakukan layanan, praktis saja saya tanpa ragu langsung tancap gas, ditemani (dia) si pendamping setia. 


Dihari kedua dan ketiga pasca pengambilan spesimen, hasil belum diketahui. Konon biasanya, bila hasil swab keluar rada terlambat, maka hasil negatif akan muncul dalam rilis. Setidaknya anggapan itu untuk menghibur diri dan memotivasi agar selalu optimistis dan tetap imun..hmm.


Tepat tanggal 10, bulan 10, pukul 10 adalah angka cantik sebagai waktu yang tepat ditentukan Sang Khaliq untuk saya mendapat kabar bahwa hasil tes swab adalah positif. Kabar lewat komunikasi telepon dari salah satu dokter rumah sakit, yang juga adalah teman. Observasi telemedic pun dilakukan dengan sejumlah pertanyaan seputar gejala yang dirasakan. Alhamdulillah saya diminta untuk isolasi mandiri dengan status tanpa gejala. 


Sampai titik ini, makin menguatkan saya bahwa memang Covid sudah berdampingan dengan kita. Tak berlebihan pula bila Menkes memberi asumsi banyak kita terpapar Covid meski tampak sehat. Ini adalah alasan kita butuh masker, butuh menjaga jarak dan butuh selalu mencuci tangan. Untuk apa? Adalah untuk sesama menjaga. 


Setelah ini, sesuai protap penanganan Covid, maka tes swab akan kami lanjutkan dengan mengajak keluarga yang kontak erat, semoga semua akan diberikan ketetapan yang terbaik nantinya oleh Allah SWT. Aamiin.. 


Dari riwayat klinis yang saya alami, saya mencoba mendiagnosa sendiri. Kemungkinan saya terpapar Covid-19 adalah 3 hari sebelum saya rasakan demam. Tepat pada tanggal 23 September 2020. Artinya sampai hari ini (di angka cantik itu), Covid sudah bertengger di badan diri selama tujuh belas hari. Semoga Covid ini segera berlalu dan takdir ini menjadi proses vaksinasi alamiah yang diskenariokan Allah untuk dijalani dengan ikhlas dan sabar. (hd/ab)