Bawaslu Kota Pariaman Cegah Money Politics, Ini yang Dilakukan -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bawaslu Kota Pariaman Cegah Money Politics, Ini yang Dilakukan

Minggu, 25 Oktober 2020

Anggota Bawaslu Provinsi Sumatra Barat, Elly Yanti Kordiv Penindakan Pelanggaran saat menghadiri acara Rakernis Gakkumdu Bawaslu Kota Pariaman di Rocky Hotel, Bukittinggi. Sabtu 24 Oktober 2020.


Kota Pariaman, fajarsumbar.com - Bawaslu Kota Pariaman adakan rapat kerja teknis terkait penanganan tindak pidana pemilihan bagi sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat 2020 di Rocky Hotel, Bukittinggi, Sabtu (24/10/2020).


Anggota Bawaslu Provinsi Sumatra Barat Kordiv Penindakan Pelanggaran, Elly Yanti dmengatakan urgensi dalam pengawasan yakni bagaimana pengawas bisa memastikan pemilihan kepala daerah bisa berjalan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 


Ia melihat seluruh calon tentu berupaya untuk menang, tentu segala upaya dilakukanya. Dalam hal ini, upaya pengawasan begitu dituntut agar pilkada benar-benar berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, dalam tindak pidana pemilihan kasus yang banyak ditemukan adalah money politics. Oleh karena itu, pengawasan serta pencegahan yang maksimal wajib dilakukan oleh jajaran Bawaslu hingga pengawas TPS. 


Pada masa pandemi Covid-19 ini, peran media begitu sangat bearti dalam penyampain informasi di tengah-tengah masyarakat. "Seluruh kegiatan Bawaslu bisa diketahui dan merasakan adanya peran dalam pengawasan," tutur Elly Yanti.


Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan memaparkan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Kota Pariaman saat ini yakni kampanye. Kegiatan ini, tentu membutuhkan pengawasan yang maksimal oleh Panwascam, hingga pengawas kelurahan dan desa. 


Ia menegaskan pengawasan ini wajib juga dilakukan oleh jajaran Bawaslu dibawah yakni pengawas TPS terhadap kinerja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) ketika pemungutan suara nantinya maupun sebelum pemungutan yakni saat memberikan surat pemberitahuan kepada pemilih (C6).

Sementara itu Koodinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman, Riky Falantino menyebutkan tujuan kegiatan ini agar sentra Gakkumdu dalam penanganan tindak pidana pemilihan memiliki persamaan persepsi antara Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan dalam penanganan nantinya, sehingga untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana pemilihan kepala daerah di Kota Pariaman tahun 2020 bisa dicegah. 


Disamping itu, tujuan Rakernis menjalin silaturahim antara Bawaslu dengan seluruh undangan yang hadir baik dari unsur media maupun pemantau pemilu dan pihak kepolisian serta jajaran Bawaslu di kecamatan. 


Korsek Bawaslu Kota Pariaman ini kembali menambahkan seluruh peserta yang hadir wajib mematuhi protocol Covid-19 dan jaga jarak dalam ruangan saat acara berlangsung hingga Minggu siang.(Heri)