BLT Pekerja Gelombang II Cair Akhir Oktober -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

BLT Pekerja Gelombang II Cair Akhir Oktober

Kamis, 15 Oktober 2020

ilustrasi

Jakarta, fajarsumbar.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengatakan pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) pekerja bergaji di bawah Rp5 juta gelombang kedua paling cepat akhir Oktober 2020. Artinya, penyaluran BLT tahap selanjutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.


"Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat akan dimulai awal November nanti," ungkap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (15/10/2020).


Ida menjelaskan masing-masing penerima BLT akan mendapatkan dana sebesar Rp2,4 juta. Namun, penyalurannya dilakukan dalam dua gelombang.


Untuk gelombang pertama, dana yang akan dikucurkan sebesar Rp1,2 juta. Begitu juga dengan gelombang kedua, yakni Rp1,2 juta.


Sejauh ini, Ida menyatakan 11.950.300 pekerja sudah mengantongi BLT dari pemerintah. Jumlah tersebut merupakan hasil penyaluran subsidi upah dari tahap I sampai V.


Rinciannya, realisasi penyaluran subsidi upah bagian pertama sebesar Rp1,2 juta per penerima pada tahap I sudah mencapai 2.485.687 penerima atau 99,43 persen dari total penerima per 12 Oktober 2020. Realisasi penyaluran tahap II mencapai 2.981.533 penerima atau 99,38 persen dan tahap III 3.476.361 penerima atau 99,32 persen sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Kemudian, realisasi tahap IV sebanyak 2.579.703 penerima atau 97,20 persen dan tahap V 427.016 penerima atau 69,03 persen. Khusus tahap V, kementerian sudah menerima data dari 578.230 calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan pada 29 September 2020.


Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp37,7 triliun dalam menyalurkan BLT kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Targetnya, dana itu disalurkan untuk 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020.


Namun, Ida berniat akan menyerahkan sisa anggaran BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta kepada Kementerian Keuangan. Rencananya, sisa dana itu akan diberikan untuk subsidi upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik. (*)