Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu : TMMD Brebes Adalah Wujud Nyata Kerja Cerdas -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu : TMMD Brebes Adalah Wujud Nyata Kerja Cerdas

Jumat, 09 Oktober 2020

 


Brebes, fajarsumbar.com - Itulah yang disampaikan Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, S.Hub.Int, Waaster Kasad Bidang Wanwil dan Kermater, selaku Ketua Tim Wasev PJO (Penanggung Jawab Operasi) TMMD Kasad, di Dusun Kedung Kandri, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, selepas menyusuri jalan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter, hasil TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes. Kamis (8/10/2020).


Menurutnya TMMD Reguler yang dilaksanakan di Kalinusu, juga dilakukan secara lintas sektoral/instansi, dengan melibatkan segenap Ormas dan masyarakat setempat maupun sekitarnya, sehingga pekerjaan yang nampaknya berat akan menjadi ringan karena disengkuyung bersama-sama.


“Kenapa TMMD saya sebut kerja cerdas, karena melibatkan segenap komponen yang ada di wilayah dan daerah, termasuk Pemprov membantu pendanaan, dan juga memaksimalkan potensi masyarakat dan sumber daya alam setempat,” bebernya.


Menurutnya, asas gotong royong itu muncul di lokasi kerja pembangunan infrastruktur jalan tersebut, walaupun terpapar panas matahari.


“Saya lihat sendiri, baik masyarakat, TNI-Polri dan segenap pihak yang membantu dengan penuh keikhlasan,” imbuhnya mengapresiasi.


Disinggung terkait jalan tembus dari Dusun Karanganyar ke Dusun Kedung Kandri yang telah membebaskan 100 kepala keluarga Kedung Kandri dari keterisoliran, Brigjen Jimmy mengapresiasi pihak Pemda, karena menurutnya sasaran TMMD Reguler 109 itu tepat manfaat.


“Selain untuk mendongkrak sektor pertanian dari mayoritas profesi warga Desa Kalinusu, jalan TMMD itu sudah menjadi akses terdekat bagi warga Dusun Kedung Kandri untuk mendapatkan fasilitas pelayanan terdekat,baik pendidikan, kesehatan, adminduk, ke pasar, dan juga ke kota,” pungkasnya.


Untuk diketahui, warga Dukuh Kedung Kandri sebelumnya, harus menyeberangi Kali Pemali dengan perahu untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Bantarkawung, dengan membayar jasa penyeberangan seribu rupiah per kepala, Rp. 2 ribu/sepeda dan Rp. 5 ribu/unit sepeda motor.


Tak hanya itu, jika hendak ke Balai Desa Kalinusu, setelah menyeberang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 8 kilometer (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya sampai ke tujuannya itu. (Aan)