Bupati Solok Minta Bawaslu Optimalkan Pengawasan Pilkada -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bupati Solok Minta Bawaslu Optimalkan Pengawasan Pilkada

Jumat, 23 Oktober 2020
Bupati Solok H.Gusmal, SE.MM sosialisasikan netralitas ASN
dalam Pilkada 9 Desember 2020.


Solok, fajarsumbar.com - Sosialisasikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Solok H.Gusmal, SE.MM berharap Bawaslu lebih mengoptimalkan fungsi pengawasannya.


Harapan tersebut disampaikan bupati Solok dalam sambutannya di sosialisasi netralitas ASN dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, Kamis (22/10/2020) di Ruang Solok Nan Indah.


Dikatakan bupati dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak, netralitas ASN diperlukan guna wujudnya Pilkada yang aman, damai dan nyaman.


Diakui bupati, sekalipun sulit untuk mewujudkan sikap netralitas, namun setidaknya ASN mampu me-minimalisir ketidaknetralan atau keberpihakan pada salah satu Paslon.


Bupati berharap agar saling memahami apabila ada keberpihakan diantara ASN, namun demikian bupati mengigatkan bahwa ASN tidak boleh mendeklarasikan diri atas dukungan terhadap Paslon.


Bupati juga menyebut bahwa, sanksi terhadap ASN yang melanggar pada pelaksanaan Pilkada tahun ini lebih keras dibanding Pilkada pada tahun-tahun sebelumnya.


Bupati mengatakan jika ada ASN yang berpihak secara terang-terangan, itu menandakan ketidakyakinannya terhadap kemampuan dan potensi diri pribadi.


Jelang tutup sambutannya kembali bupati mengigatkan bahwa, Satgas dari Bawaslu akan terus melakukan monitoring serta pengawasan hingga tingkat nagari.


Hadir dalam sosialisasi netralitas ASN di lingkungan Pemkab Solok tersebut, Asisten Koor Bid Pemerintahan Edisar, SH. M.Hum, Asisten Koor Bid Administrasi Sony Sondra, SE. M.Si, Para Staf Ahli Bupati, Kepala Inspektorat Kab. Solok beserta Kepala SKPD dan Camat di Lingkup Pemkab Solok dan Komisioner Bawaslu Andri Junaidi, MH.


Ditempat yang sama Komisioner Bawaslu Andri Junaidi dalam sambutannya mengungkapkan, saat ini ada indikasi keberpihakan ASN pada calon tertentu sudah cukup tinggi, dan berkemungkinan masih akan terus meningkat.


Sedangkan untuk indikasi kerawanan pemilu Andri Junaidi menyebutkan sudah dilakukan kajian oleh KPU dan Bawaslu jauh-jauh hari, tidak lain adalah demi meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam pelaksanaan pilkada mendatang.


Andri berpesan, agar ASN dapat lebih berhati-hati lagi dalam masa kampanye, terutama dalam penggunaan sosial media.(nr)