Calon Wako dan Wawako Bukittinggi Ramlan - Syahrizal Minta Dukungan Anak Kamanakan Kel. Puhun -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Calon Wako dan Wawako Bukittinggi Ramlan - Syahrizal Minta Dukungan Anak Kamanakan Kel. Puhun

Jumat, 02 Oktober 2020

.


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Calon Walikota dan Wakil Walikota Ramlan Nurmatias - Syahrizal, bersilaturrahmi dengan anak kemanakan dari Kelurahan Puhun Tembok di Aula Sekretariat Tim RaSya, Manggis  Jalan Soekarno Hatta, Bukittinggi, Jumat (2/10/2020).


Dalam pertemuan ini Ramlan Nurmatias Dt Nan Basa dan Syahrizal Dt. Palanggagah didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Rusdi Nurman, niniak mamak, tokoh masyarakat, tokoh agama berserta bundo kanduang menyampaikan di aula sekretariat tim RaSya.


Silaturrahmi ini dilakukan untuk meminta restu dukungan kepada anak kemanakan yang berada di Kelurahan Puhun Tembok untuk kembali maju sebagai Walikota Bukittinggi bersama Wakil Walikota Bukittinggi Syahrizal (RaSya) dengan nomor urut 1.


Hal ini sangatlah penting dilakukan, sebab pada pemilihan walikota tahun 2015 Ramlan Nurmatias Dt Nan Basa mendapatkan suara cukup banyak  oleh anak kemanakan yang ada di Kelurahan Puhun Tembok.


Lebih lanjut kata Ramlan, pada pertemuan silaturrahmi 2015 atau lima tahun yang lalu, dia berjanji akan membawa berubahan di Kota Bukittinggi di segala bidang. Bukan hanya membangun fisik, namun juga bidang pendidikan agama.


Pertama yang dilakukan tentang kebersihan, kenapa sudah 18 tahun Bukittinggi tidak mendapat Piala Adipura sebagai penghargaan Kota bersih dari Pemerintah pusat, aneh saja kota wisata tidak mendapat Piala Adipura.


"Niat yang tulus dan kerja keras, Allah mendengar doa masyarakat Bukittinggi, kota wisata ini berhasil menggondol kembali penghargaan tertinggi Piala Adipura di bidang kebersihan tiga kali berturut-turut," ungkapnya.


"Kita membenahi objek-objek wisata baik yang berbayar naupun yang gratis. Pembangunan pendestrian Jam Gadang semula sering dibuli, karena pohon –pohon banyak yang ditebang," tambahnya.


Namun perlu diketahui bahwa, Jam Gadang itu lanmarknya Kota Bukittinggi, seperti Monas di Jakarta atau Menara Eiffel  di Paris tidak ada pohon di dekatnya, dan untuk diketahui pembangunan Jam Gadang itu memakai tehnologi zaman dahulu bukan modern, dikhawatirkan urat-urat kayu akan merusak pondasi Jam Gafang.


Sekarang pendestrian Jam Gadang telah menjadi ajang silaturrahmi buat saudara yang datang dari rantau sekaligus sebagai pedoman untuk wisatawan.


Ditambahkan Ramlan pada waktu libur sekolah atau nasional, pengunjung banyak yang datang berombongan memakai bus pariwisata. 


Mereka bersepakat kalau ada yang terpisah dari romongan tunggu di bawah Jam Gadang, begitu juga kalau masih ada yang belum datang, mereka akan mengumumkan melalui pengeras suara memanggil anggota rombongannya, ungkapnya.


Dari pembangunan pendestrian Jam Gadang dilengkapi juga dengan pembangunan mushalla yang dapat menempung 300 orang jamaah, dan fasilitas kamar mandi gratis sebagai bentuk memanjakan wisatawan.


Namun dari banyaknya pengunjung yang datang ke Bukittinggi telah mengangkat perekonomian masyarakat Bukittinggi di bidang perdagangan dan jasa.


Hal ini dapat dilihat hotel selalu penuh bahkan harus boking jauh hari, restoran, kuliner dan pakaian selalu panen termasuk bendi sebagai angkutan wisata di Bukittinggi. (gus)