Hindari Keramaian, Mulai 9 November Pemko Padang Larang Pesta Perkawinan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Hindari Keramaian, Mulai 9 November Pemko Padang Larang Pesta Perkawinan

Rabu, 14 Oktober 2020
Plt Walikota Padang, Hendri Septa saat diwawancarai wartawan. (foto ist)


Padang, fajarsumbar.com - Seiring menggilanya virus corona (Covid-19) di Kota Padang, pemerintah kota mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha.


Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang dengan Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 dikeluarkan karena melihat semakin tingginya angka penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Padang.

Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menjelaskan, larangan melaksanakan pesta pernikahan mulai diterapkan pada 9 November 2020 mendatang.

Berdasarkan SE tersebut masyarakat dilarang melaksanakan pesta perkawinan di Gedung/Convention Centre, di rumah atau tempat-tempat lainnya.

Sementara, bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di Kantor KUA, rumah ibadah, atau dirumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Bagi masyarakat yang kedapatan melakukan pesta pernikahan maka akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya, Rabu (13/10/2020).

Lebih jauh dijelaskan Hendri, untuk batasan bagi pelaku usaha, SE walikota tesebut mengatur, khusus untuk restoran, rumah makan, kafe, bar dan karauke masih diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan kapasitas isi hanya 50 persen dari kapasitas ruangan dan tempat duduk sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Bagi pelaku usaha yang kedapatan melanggar ketentuan tersebut diberikan sanksi tertulis atau denda administratif paling sedikit Rp1,5 juta atau paling banyak Rp2,5 juta. Larangan untuk restoran, rumah makan, kafe, bar dan karauke sudah diberlakukan dari sekarang," jelas Plt Wako.

Hendri mengatakan, diberlakukan SE mulai tanggal 9 November 2020 dianggap sebagai waktu yang efektif karena pertimbangan masyarakat yang sudah jauh hari membuat rencana pesta dan telah membayar sewa tenda, cetak undangan dan lainnya.

"Kepada para camat dan lurah serta RT/RW, saya berharap untuk mensosialisasikan surat edaran Wali Kota Padang tersebut kepada masyarakat banyak. Kita tentunya tidak berharap masyarakat terkejut dan merasa tidak tahu dengan adanya SE tersebut," imbuhnya. (ab)