Dansatgas TMMD Reguler Brebes Tak Bosan Tekankan 3M Protokol Kesehatan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dansatgas TMMD Reguler Brebes Tak Bosan Tekankan 3M Protokol Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2020

 


Brebes, fajarsumbar.com - Membuka penyuluhan psikologi dari Persit KCK Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, tentang mengenal bakat dan minat anak dalam menunjang sistem pembelajaran daring di masa pandemi covid, Dansatgas TMMD Reguler 109/Dandim Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, menyisipkan penekanan terkait 3M protokol kesehatan.


“Untuk 3M yang saya maksudkan adalah, Memakai masker, Mencuci tangan, dan juga Menjaga jarak,” ujarnya, di Aula Balai Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (10/10/2020).


Dijelaskannya lanjut, untuk kegiatan di TMMD Reguler 109 Brebes tak hanya membangun sasaran fisik/infrastruktur dan non fisik (penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan) saja, melainkan turut menjaga kesehatan masyarakat saat proses pembangunan di tengah pandemi.


Menurutnya, TMMD bukan untuk menambah jumlah penderita positif covid di wilayah Kecamatan Bumiayu, namun merupakan upaya dari Pemda dalam memulihkan perekonomian masyarakat secepatnya.


“Jadi dalam setiap pelaksanaan TMMD, memakai masker adalah wajib hukumnya, karena banyaknya orang yang masuk ke Kalinusu terkait pembangunan. Ini juga untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat setempat,” tegasnya.


Haikal tak lupa mengapresiasi seluruh warga setempat dan seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Bumiayu, yang telah membantu Satgas TMMD, khususnya telah terjun ke lokasi pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter, dimana jalan tembus dari Dusun Karanganyar ke Dusun Kedung Kandri itu, telah membuka keterisoliran 100 kepala keluarga Dusun Kedung Kandri selama 75 tahun dari desanya Kalinusu itu.


“Saya berterima kasih atas segala support jajaran Forkopimcam Bumiayu, swasta perorangan, segenap Ormas, dan masyarakat Kalinusu, yang telah membantu tugas kami namun tetap patuh terhadap protokol kesehatan,” imbuhnya.


Ditambahkannya, upaya mencegah penyebaran covid di wilayah Bumiayu tak akan berhasil jika tanpa gotong royong dari seluruh pihak. Pihaknya tak menghendaki jika muncul cluster baru dengan adanya TMMD Reguler.


Perlu diketahui, dari pernyataan Direktur RSUD Bumiayu, dr. Zunan Arief Budi Santoso, kepada wartawan, di sela-sela kunjungan kerja Menko PMK RI, Muhadjir Effendy, di RSUD Brebes (30/9), bahwa di wilayah Kecamatan Bumiayu tercatat ada 58 kasus positif corona per 29 September 2020. Dimana  dua desa penyumbang kasus terbanyak, yakni Desa Bumiayu dengan 11 kasus, dan Desa Dukuhturi dengan 18 kasus.


Sementara sisanya berasal dari desa-desa lainnya, termasuk pasien yang menempati ruang isolasi RSUD Bumiayu, yang berasal dari wilayah Brebes selatan seperti Kecamatan Bumiayu, Paguyangan, dan Tonjong. (Aan)