Dihajar Pandemi Covid-19 Para Pakar Mengkhawatirkan Perekonomian Dunia -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Dihajar Pandemi Covid-19 Para Pakar Mengkhawatirkan Perekonomian Dunia

Sabtu, 17 Oktober 2020
.


Jakarta, fajarsumbar.com
- Para analis resiko mengawatirkan akan terjadi perubahan struktural pada sistim perekonomian dunia. Resiko dari pandemi global ini terutama akan berdampak pada sektor ekonomi, sosial, geopolitik, teknologi dan lingkungan. 


Teknologi digital merubah pola prilaku masyarakat, ditambah dengan adanya pandemic global ini – peran dan fungsi komunikasi publik sangat dirasakan belum berperan secara maksimal.


Public relations sebagai satu profesi yang berkembang mau dibawa kemana? Apakah PR sudah diposisikan sebagai Agent of Change – sebagai fungsi strategic management yang mengkondisikan publik untuk memasuki perubahan tantangan global ini. Di tengah suasana keprihatinan, ketidakpastian, kepanikan publik yang disebabkan oleh virus yang telah memakan banyak korban – profesional di bidang ini harus bersikap optimis, mengambil peran secara aktif – menggaungkan rasa optimis untuk bergerak maju untuk berperan sebagai Motor Perubahan.


International Public Relations Summit merupakan strategic professional gathering yang dapat memberikan wawasan akan tren yang terjadi, tantangan yang perlu dihadapi dan peluang yang dapat diambil dalam menghadapi perubahan tantangan global ini. 


Tahun ini IPRS kembali hadir dalam IPRS2020Virtual yang merupakan konferensi terbesar di kawasan Asia dalam bidang public relations dan komunikasi pada tanggal 25-28 Oktober 2020 dengan tema utama “Mengarahkan kekuatan komunikasi strategis untuk menghadapi dampak perubahan teknologi digital pasca pandemi.”


Elizabeth Goenawan Ananto, Ph.D, FIRPA Founder, International Public Relations Summit
Founding Director, EGA briefings Program Director, MM Communication Trisakti University


“IPRS merupakan lanjutan dari sebuah peta perjalanan / road map perkembangan PR Indonesia dalam peta dunia. Sejak 2005, EGA briefings bersama-sama dengan MM Komunikasi Trisakti, secara konsisten mengembangkan public relations sebagai ilmu dan profesi yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi Indonesia.” 


Menurut Elizabeth Goenawan Ananto, Ph.D, FIPRA selaku penggagas IPRS (sejak 2012) dan PR Week Indonesia (kampanye pendidikan PR selama 10 tahun, 2005-2014)


IPRS2020Virtual akan dibuka pada hari Minggu tanggal 25 Oktober sore hari dan ditutup hari Rabu 28 Oktober malam hari waktu Jakarta. Sebanyak 4 keynote speech dan 16 topik akan diberikan oleh 24 pembicara dan moderator mewakili organisasi profesi.


Pakar, guru PR dunia dari 5 benua – Amerika Serikat, Amerika Selatan (Brazil), Australia dan Selandia Baru, Eropa (Inggris, Perancis, German, Turki dan Uni Emirat Arab), Asia (Jepang, India, Indonesia) dan Afrika (Kenya).


Pembicara dari Indonesia – Prof. Renald Kasali Ph.D, Prof. Wiku Adisasmito, Noke Kiroyan, Ardi Sutedja, Is Nugroho dan Elizabeth Goenawan Ananto, Ph.D, FIPRA sebagai pengagas IPRS, Ketua program MM Komunikasi Trisakti (sejak 2005) dan Pendiri EGA briefings (sejak 2001).


Topik-topik yang akan dibahas, antara lain:

– Dinamika global dalam bidang politik, ekonomi dan sosial

– Perubahan prilaku publik sebagai dampak dari teknologi digital

– Harapan, Kepercayaan, Teknologi sebagai penggerak sosial di Asia

– Peningkatan kualitas melalui Brand, Kultur, Dampak sosial dan Kom Tek.

– Harmonisasi : Kesehatan, Ekonomi dan Media (studi kasus 3 negara)

– Big data – Artificial Intelligence – Cyber Security – Crisis – Reputation


IPRS2020Virtual didukung oleh PT Telkom Indonesia, Bank Indonesia, PT Freeport Indonesia serta di endorse oleh Arthur W. Page Society, Global Alliance, University of Miami – School of Communication, International Public Relations Research Conference, PERHUMAS Indonesia, Indonesian Cyber Security Forum, Ikatan Pranata Humas Indonesia dan MM Komunikasi Trisakti.


Diharapkan IPRS dihadiri oleh para eksekutif di bidang pemerintahan dan swasta, para pengambil keputusan dalam bidang SDM, Komunikasi, praktisi untuk memperluas pengetahuan, wawasan, trend, tantangan dan kesempatan untuk berperan secara lebih efektif dalam berbagai perspektif – untuk menghadapi tantangan perubahan secara nasional dan internasional.(*)