Ini Total Petugas KPPS yang Direkrut KPU Labuhanbatu untuk Pilkada 2020 -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Ini Total Petugas KPPS yang Direkrut KPU Labuhanbatu untuk Pilkada 2020

Senin, 26 Oktober 2020
Ketua KPU Labuhanbatu saat pencabutan nomor paslon Bupati beberapa waktu yang lalu di salah satu Hotel di Rantauprapat.


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Sehubungan telah terlaksananya pendaftaran KPPS yang dimulai sejak tanggal 7 - 13 Oktober 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Labuhanbatu kini menetapkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 7.427 orang.


"Selain itu, KPU juga telah menetapkan 2.122 petugas pengaman/penjaga ketertiban. Nantinya mereka akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada pemilihan Bupati/Wakil Bupati Labuhanbatu pada Rabu 9 Desember 2020," kata Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi, S.Sos kepada awak media, Senin (26/10/2020).


Lanjut Wahyudi, nama-nama petugas itu telah diumumkan pada papan pengumuman di masing-masing kantor desa dan kelurahan sebagai kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta di tempat-tempat keramaian. 


Selain itu, terkait penetapan nama-nama petugas TPS itu, KPU mengajak masyarakat pemilih untuk terlibat aktif dengan memberikan masukan dan tanggapan maupun klarifikasi terhadap KPPS yang telah ditetapkan.


"Bagi masyarakat pemilih, silakan memberi tanggapan atas nama-nama KPPS, patut atau tidak," ujarnya.


Tanggapan itu bisa disampaikan, beberapa kategori. Berupa persyaratan apakah ada keterlibatan pada partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan yang berafiliasi/berpihak kepada salahsatu pasangan calon bupati atau wakil bupati, netralitas dan lainnya. 


Tanggapan boleh juga disampaikan langsung ke KPU, bisa juga dengan mendatangi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau PPS desa/kelurahan setempat.


Wahyudi juga menambahkan, tanggapan dari masyarakat merupakan salah satu perwujudan demokrasi yang lebih baik dan harus diperjuangkan secara bersama-sama. 


"Labuhanbatu harus jadi luar biasa dengan capaian dan pelaksanaan Pilkada yang lebih baik," jelasnya. (Randi)