Kenapa Takut Semua Tenaga Pengajar di SMAN 11 Solsel di Ambil Swabnya -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Kenapa Takut Semua Tenaga Pengajar di SMAN 11 Solsel di Ambil Swabnya

Kamis, 15 Oktober 2020
Semua guru-guru SMAN 11 Solok Selatan ikut perda AKB, sejumlah tenaga pengakar ini sedang antri untuk diambil Swabnya, dipustu Sei Gading (Abg)


Solsel, fajarsumbar.com -Virus corona-19 semakin tidak bisa dibendungi, hampir setiap hari pasien positif covid-19 bertambah di Solok Selatan, (Sumbar).


Dengan semakin mengganasnya virus menakutkan itu, Solok Selatan sudah disebut sebut sebagai zona orange, karena setiap hari ada penambahan orang terkonfirmasi positif covid.


Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Solok Selatan untuk memutus mata rantai penyebaran, semua ASN termasuk para guru harus diambil Swabnya, sejak dikekuarkanya perda Adaptasi Kebiasan Baru AKB itu, sejumlah guru dan tenaga pengajar banyak yang cas, bahkan tidak berani untuk diambil swabnya, entah takut, entah malas, atau ada yang jantungan.


Tidak sama halnya dengan tenaga pengajar atau para guri giri di SMAN 11 Solok Selatan, mereka malahan bangga dan ikut dalam peraturan ini, semua guru, penjaga sekokah, dannTata Usahanya ikut diambil swabnya.


Hal ini disampaikan oleh kepala sekokah SMAN 11 Solok Selatan Elfi Hendri kepada fajarsumbar.com usai melakukan pengambilan Swab disekolahnya, Rabu 14/10.


Sebagai bentuk kepatuhan kami pada Instruksi Bupati Solok Selatan dalam rangka penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat No. 6 Tahun 2020.


Tes Swab guru-guru SMAN 11 Solok Selatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilakukan di Pustu Sungai Gading Kec. Sangir Balai Janggo.


Lebih jauh Elfi Hendri, dari awal para guru ini tidak keberatan untuk diambil swabnya, karena jika dipikir pikir, kalau kuta takut dan tidak mau dites swabnya inilah yang sangat berbahaya, karena virus itu tidak memandang siapa siapa dan tidak diketahui dimana virus itu menginap.


Guru sebagai garda terdepan dan sangat rentan dengan virus ini, karena para guru selalu bertemu dengan banyak orang termasuk siswa, jika instruksi ini tidaknkita jalani yang rugi kita semua dannsemakin menyebar tanpa dikenal dari mana datangnya.


Jika hasil tes Swab itu betul betul positif, kita bisa mengatasi dan dengan cara ini kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid dengan melakukan isolasi.


" Menurut Saya, positif corona itu bukan sebuah aib dan bukan sebuah penyakit yang memalukan, namun penyakit yang menakutkan jika tidak diantisioasi,"  ucapnya. (Abg)