Medis Dukung SE Wako Padang Larang Pesta Pernikahan Hambat Penyebaran Covid-19 -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Medis Dukung SE Wako Padang Larang Pesta Pernikahan Hambat Penyebaran Covid-19

Minggu, 18 Oktober 2020

Linda Hasmi


Padang, fajarsumbar.com - Keluarnya surat edaran (SE) Walikota Padang tentang pelarangan mengadakan pesta pernikahan mulai 9 November 2020 dapat dukungan dari medis.


Keluarnya larangan melaksanakan pesta itu dampak dari makin menggilanya Covid-19 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, Kota Padang berada di posisi teratas.


"Kami mendukung keluarnya surat edaran (SE) Plt Walikota Padang, Hendri Septa. Ini juga demi kenyamanan kita bersama untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Padang," jelas Kepala Puskesmas Lubuk Kilangan, Kota Padang, Linda Hasmi, Minggu (18/10/2020).


Sebagaimana SE Plt Walikota Padang, masyarakat dilarang mengadakan pesta pernikahan mulai 9 November 2020 mendatang. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Walikota Padang Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha.


Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Walikota Padang, Hendri Septa dan tertanggal 12 Oktober 2020. 


Itu artinya ada beberapa pekan lagi jarak waktu semenjak surat edaran diterbitkan hingga larangan mengadakan pesta pernikahan benar-benar diterapkan. Sementara kasus positif Covid-19 di Kota Padang terus naik signifikan. 


Menurut Linda, jelang diberlakukannya SE tersebut benar-benar diterapkan, diharapkan semua pihak termasuk, Satgas Covid-19 agar, kecamatan, kelurahan, RW, RT dan terutama Satpol PP agar terus mensosialisasikan surat edaran tersebut. 


Melakukan pengawasan serta pemantauan agar pesta pernikahan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. 


Sekaitan dengan SE walikota tersebut, Linda menambahkan agar warga selalu tetap mematuhi prokol kesehatan, harus disiplin dan tdak boleh lalai serta  lengah.


"SE ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa warga Kota Padang, sebab Covid-19 terus naik siginifikan, salah satu langkah agar mengurangi yang positif, mengurangi di tempat keramaian, menghindari jadi klaster penyebara virus corona, salah satunya di pesta pernikahan ini," ujarnya.


Menurutnya, tim medis yang merupakan garda terdepan menangani pasien yang terpapar Covid-19 kewalahan, sebab warga yang terpapar virus mematikan itu jumlah selalu meningkat, sementara tenaga medis kurang. 


"Sebagaimana imbau-imbauan kami sebelumnya agar warga untuk menerapkan protokol kesehatan maksimal, dengan menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun. Mari kita-kita sama jaga diri, disiplin dimulai dari diri sendiri, agar terhindar dari paparan Covid-19 ini," ajak Linda lagi.


Sebelumnya pada awal kasus Covid-19, Pemko Padang juga sempat melarang mengadakan pesta pernikahan. Masyarakat diperbolehkan kembali mengadakan pesta dengan menerapkan protokol kesehatan seiring dengan pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).


Alasan pemerintah waktu itu agar perekonomian masyarakat pada usaha jasa pesta pernikahan tetap bergerak.


Sempat melandai, kini kasus Covid-19 kembali naik signifikan, maka Pemko kembali mengeluarkan SE untuk larangan mengadakan pesta pernikahan untuk sementara waktu.


Meski mengadakan pesta pernikahan dilarang mulai 9 November, warga diperbolehkan melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (ab)