Mengaku Kakak Kandung Istri Bupati Dharmasraya, IR Intimidasi Wartawan Akhirnya Berujung ke Kepolisian -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Mengaku Kakak Kandung Istri Bupati Dharmasraya, IR Intimidasi Wartawan Akhirnya Berujung ke Kepolisian

Kamis, 15 Oktober 2020

Arpaliady didampingi Penasehat Hukum Al Khoviz Sukri, S.H.,
saat membuat laporan Polisi di Mapolsek Pulau Punjung


Dharmasraya, fajarsumbar.com - Arpaliady, 50 th, Wartawan Online reportaseinvestisigasi.com, bertugas di wilayah Dharmasraya mendapat intimidasi dan kekerasan oleh salah seorang preman inisial IR, merupakan warga Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. 


Tidak terima atas perbuatan dilakukan terlapor kepada pelapor, maka Arpaliady didampingi penasehat hukumnya Al Khoviz Sukri, S.H., melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pulau Punjung atas dasar penganiayaan dilakukan tersangka kepada dirinya. Hal ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/37/K/X/2020/Polsek, pada hari Rabu 14 Oktober 2020, tentang penganiayaan. 


Menurut keterangan Arpaliady kejadian berawal ketika dirinya keluar dari rumah susun sewa (Rusunawa) jorong Sungai Niki, Kenagarian Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya sekira pukul 11.30, WIB Rabu (14/10/20), tiba- tiba datang IR dengan mobil plat merah, warna hitam bersama salah seorang sopir Pemkab Dharmasraya. 


Saat itu, IR langsung memanggil dan mengejar sembari memegang tangan pelapor, sambil membentak-bentak. 


"Hoi, kasiko Ang dulu, waang tarui mambuek berita tentang keluarga saya. Ang kan lai tau dak, den ko kakak kanduang istri Bupati Tuanku Riska. Lah tigo minggu den mancari ang," kata terlapor sembari menendang perut  pelapor dengan lutut. 


Setelah itu, terlapor juga mengeluarkan gunting dari balik pinggangnya. Sembari berkata, " coba kamu buat berita lagi, saya bunuh kamu. Sembari mengacungkan gunting tersebut.


Al Khoviz Sukri. SH, sebagai kuasa hukum pelapor, menambahkan bahwa, terlapor bukan saja sebatas melakukan intimidasi, kepada kliennya. Namun juga, sempat melakukan penganiayaan, dan pengancaman. Maka dari itu, sebagai kuasa hukum, mendesak pihak penyidik dapat menangkap pelaku secepatnya.


"Kita yakin dan percaya bahwa jajaran Polsek Pulau Punjung, akan menindaklanjuti laporan Klein kita ini," ungkapnya.


Ia juga menegaskan, tidak ada lagi zaman bar-bar saat sekarang. Karena negara Indonesia adalah negara hukum, bila ada kesalahan dari klein mari selesaikan secara hukum dan jangan lagi menggunakan gaya premanisme.


"Kita akan tuntut pelaku ini dengan pasal penganiayaan dan pengancaman dengan senjata tajam," tegasnya.


Sementara itu, Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Syafrinaldi, membenarkan adanya salah seorang wartawan yang membuat laporan ke Mapolsek atas dugaan tindak kekerasan oleh salah seorang oknum masyarakat Koto Baru, saat ini laporannya sudah diterima di Polsek Pulau Punjung untuk ditindaklanjuti. (fatafza)