Nagari Maninjau Disiapkan Daerah Sentra Porang di Sumbar -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Nagari Maninjau Disiapkan Daerah Sentra Porang di Sumbar

Rabu, 14 Oktober 2020
.


Padang, fajarsumbar.com - Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, akan dijadikan sebagai daerah pengembangan tanaman porang di Sumbar, karena sesuai dengan kondisi iklim tanaman itu. 


Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat akan menjadikan Nagari Maninjau itu tanaman yang berkualitas ekspor


"Sekitar Danau Maninjau banyak ditemukan bunga bangkai  yang merupakan satu famili dengan porang," kata Kepala UPTD Balai Benih Induk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Elviana Anwar saat penanaman bibit porang perdana di lahan milik warga Monggong, Nagari Maninjau.


Porang merupakan tanaman umbi-umbian tengah populer dibicarakan masyarakat. Ada petani porang berhasil menjadi miliader karena bisnis ekspor tanaman tersebut. 


Ia mengatakan, Nagari Maninjau juga merupakan daerah pertama yang melakukan penanaman perdana di Sumbar yang digagas masyarakat setempat.


Ke depan, daerah itu dijadikan sebagai daerah pengembangan porang di Sumbar dan pihaknya terus melakukan pembinaan bagi petani porang di Maninjau.


"Maninjau akan kita jadikan daerah pelopor porang di Sumbar," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu menambahkan secara teknis Kecamatan Tanjungraya sangat cocok pengembangan tanaman porang, karena lahan sangat subur.


"Ke depan tinggal pengembangan lebih lanjut dari petani dan diharapkan peran dari masyarakat agar komoniti itu berkembang dengan baik," katanya.


Untuk pemasaran, Pemkab Agam akan mengawal dan mencarikan peluang pasar.


Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Petani Porang Nusantara Sumbar, Dirmansyah mengatakan porang merupakan umbi-umbian yang sama dengan ketela pohon.


"Perawatan porang juga sama dengan perawatan ketela pohon," katanya.


Secara ekonomis budidaya porang itu cukup bagus, karena katak atau biji bisa dijual untuk bibit.


Sementara umbinya bahan makanan yang di eksport ke Jepang, Korea Selatan dan lainnya.


"Porang mengandung serat alami, kandungan karbohidrat tinggi, kandungan zat gula cukup kecil dan lainnya," katanya 


Ketua Gerakan Ciinto Nagari Maninjau, Harmen Yasir mengatakan lokasi penanaman poran itu merupakan lahan terlantar.


"Lokasi itu merupakan lahan cengkeh puluhan tahun lalu dan cengkeh itu mati akibat penyakit pada 1980," katanya.


Pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah untuk kesuksesan budidaya porang dan bantuan bibit, karena bibit yang ditanam ini bantuan dari Gerakan Cinto Nagari Maninjau. (hms-pemprov/ab)