Padang Sarai Terima Kucuran Dana Kemensos Rp150 Juta, Ini Kegunaannya -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Padang Sarai Terima Kucuran Dana Kemensos Rp150 Juta, Ini Kegunaannya

Selasa, 06 Oktober 2020
Ketua Forum Keserasian Sosial Padang Sarai Helfarianto saat menyampaikan program kegiatannya pada acara tematik 1 yang diadakan di Diva Regency Padang Sarai, Selasa (6/10).(andy)



Padang, fajarsumbar.comDalam rangka merealisasikan bantuan dari Kemensos RI, Forum Keserasian Sosial Pemuda Pemudi Kampung Rambutan Kelurahan Padang Sarai melaksanakan dialog Tematik I dengan tema "mencegah dan mendeteksi dini konflik sosial yang akan terjadi dalam mewujudkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat", Selasa (6/10).


Acara yang diadakan di Komplek Diva Regency ini dihadiri, Jajaran Dinas Sosial Sumbar dan Kota Padang, Camat Koto Tangah, Lurah Padang Sarai, Pendamping Forum Keserasian Sosial Padang Yudi AW, Babinsa, ketua RT/RW, pemuda/i, bundo kanduang, majelis taklim, dan para undangan lainnya, 


"Warga Kelurahan Padang Sarai seharusnya bersyukur, sebab dari 104 kelurahan yang ada di Kota Padang, hanya tiga kelurahan di antaranya memperoleh dana program keserasian sosial dari Kemensos RI pada tahun ini," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Padang yang diwakili Sekretaris Yoserizal.


Menurut, Yoserizal pada dialog tematik I dengan tema, mencegah dan mendeteksi dini konflik sosial yang akan terjadi dalam mewujudkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, pemerintah tiap tahun mengucurkan dana dari APBN untuk program keserasian sosial untuk kelurahan dan desa.


Ia menjelaskan, bantuan uang tunai dari Kemensos RI itu langsung diterima Forum Keserasian Sosial Kelurahan dana itu dikucurkan langsung ke rekening forum. Untuk setiap kelurahan memperoleh Rp150 juta yang dibagi untuk fisik dan non fisik. Untuk fisik Rp100 juta sedangkan non fisik Rp50 juta. 


"Saya berharap kepada semua warga mari bersama-sama mengawasi penggunaan dana ini, sebab dana APBN tersebut penggunaannya harus tepat sasaran, jangan disalahgunakan pula, sebab bisa berbuntut ke ranah hukum nantinya," ujarnya.


Selain itu ia juga berharap kepada masyarakat agar tidak pula berfikir yang bukan-bukan soal anggaran itu. Bantuan yang bersumber dari APBN ini tidak mengalokasikan ongkos kerja pada setiap item yang dikerjakan.  


"Dana Rp150 juta yang dikucurkan bertahap ke rekening forum keserasian kelurahan itu hanya bersifat pancingan, diharapkan bisa menghasilkan swadaya masyarakat lebih besar lagi dari dana awal," tambahnya.


Program pemerintah itu dimaksudkan, untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi nilai dasar kebersamaan. "Bantuan yang diberikan ini supaya  kebiasaan gotong royong tetap terjaga," tambahnya.


Sementara itu, Camat  Koto Tangah, Maghdalena juga mengingatkan kepada pengelola dana agar menggunakan sesuai peruntukkannya. Sebab dana dari APBN tersebut harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. 


"Saya ingatkan kepada semua warga agar pergunakan dana dari Kemensos ini sebagaimana mestinya, manfaatkannya sesuai dengan juklak dan juknis, jika tidak, akan menjadi persoalan hukum di kemudian hari nantinya," pesannya.


Selain itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kota Padang yang telah menyalurkan dana program keserasian sosial ke Kelurahan Padang Sarai "Saya berharap pada Dinas Sosial Padang ke depan agar Kelurahan Padang Sarai ini juga memperoleh dana program dari kementerian lainnya," harapnya.


Sementara itu, Ketua Forum Keserasian Sosial, Helfarianto juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang melalui Dinas Sosial yang telah memfasilitasi terlaksananya program keserasian sosial di kelurahan tersebut.


Menurutnya dananya itu dimanfaatkan untuk pembangunan betonisasi jalan penghubung di kampung Rambutan sepanjang 250 meter da lebar 3 meter yang nantinya berguna untuk menghilangkan jurang pemisah antara penduduk asli, perantau dan warga komplek Diva Regency," ujar  Helfarianto.(andy)