Pegawai Kesehatan, Guru dan Pelajar Terjaring Razia Yustisi di Pessel Diberi Sanksi 'Bersihkan Pasar' -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Pegawai Kesehatan, Guru dan Pelajar Terjaring Razia Yustisi di Pessel Diberi Sanksi 'Bersihkan Pasar'

Senin, 19 Oktober 2020
Salah seorang pelanggar Perda AKB di Pessel membersikan fasilitas umum, Senin (19/10/2020).


Pessel, fajarsumbar.com - Sebanyak 36 pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terjaring pada operasi Yustisi hari kedua oleh tim gabungan di Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), Senin (19/10/2020).


Lebih menyedihkan lagi, pelanggar yang terjaring itu ada dari pegawai kesehatan dan aparatur sipil negara (ASN) dari dinas pendidikan. Mereka itu seharusnya menjadi garda terdepan untuk mengajak masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah malah ikut terjaring dirazia. Selain itu yang terjaring ada pula pelajar dan pedagang.


Pada hari kedua operasi yustisi tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat, Nomor 06 tahun 2020 tentang tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan, dilaksanakan di Pasar Baru, Kecamatan Bayang.


Operasi tim gabungan dipimpin Kasatpol PP dan Damkar, Dailipal, terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, anggita TNI AL, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.


Kasatpol PP dan Damkar, Dailipal usai operasi yustisi menyebutkan, tim berhasil menjaring 36 orang pelanggar  tidak pakai masker. "Ada ASN tersebut merupakan guru dan tenaga kesehatan," terang Dailipal.


Lebih lanjut dipaparkan, dibandingkan pelaksanaan operasi sebelumnya, hari ini jumlah pelanggar yang terjaring menurun tajam, jika sebelumnya ada 53 orang pelanggar, saat ini hanya 36 orang.


Padahal katanya, jumlah pengunjung pasar dan pengguna jalan di dua lokasi tidak jauh berbeda. "Alhamdulillah ini menunjukan kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah meningkat," katanya.


Disebutkan, tim gabungan dalam menjalankan operasi dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis,  intinya operasi memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.


"Kita selalu mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi dilapangan," sebutnya.


Kepada pelanggar diberikan sanksi berupa kerja sosial membersihkan fasilitas umum di sekitar pasar. Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja sosial menggunakan rompi bertuliskan. "Saya pelanggar protokol kesehatan".


Berdasarkan hasil wawancara tim terhadap pelanggar, sebagiam besar masyarakat tidak memakai masker dengan alasan lupa. Selain itu, masih ada diantara mereka yang beralasan tidak memakai masker karena mengganggu pernapasan.


Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga  melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo.


"Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan," pungkasnya. (ef/ab)