Pemkab Solok Peringatan Hari Santri Secara Virtual -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pemkab Solok Peringatan Hari Santri Secara Virtual

Jumat, 23 Oktober 2020
Pemkab Solok ikuti upacara peringatan hari Santri 22 Oktober 2020 secara virtual.


Solok, fajarsumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok secara virtual mengikuti upacara peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, sebagaimana ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015


Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Fachrul Razi, dalam sambutannya pada upacara peringatan hari Santri, Kamis (22/10/2020).


Lebih jauh Fachrul Razi menyampaikan, selain penetapan hari Santri pada tanggal 22 Oktober, saat ini Santri dan pesantren di Indonesia juga telah memiliki undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren.


Menurut Fachrul Razi, undang-undang tersebut telah memberikan Afirmasi, Rekognisi, dan Fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.


Peringatan hari santri tahun ini secara khusus mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Isu kesehatan tersebut diangkat berdasarkan fakta bahwa, saat ini dunia internasional tak terkecuali negara Indonesia, tengah dilanda pandemi global Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ).


Dikatakan Fachrul Razi bahwa tema tersebut adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren.


Fachrul Razi yakin, jika Santri dan keluarga besar pesantren sehat, maka bisa melewati pandemi Covid -19 dengan baik. "Insyaallah negara kita juga akan sehat dan kuat," harapnya.


"Kita semua sadar bahwa, pesantren adalah entitas yang rentan dengan persebaran Covid-19. Dimana keseharian dan pola komunikasi para Santri yang terbiasa tidak berjarak antara satu dengan lainnya, yang pada dasarnya merupakan model komunikasi yang Islami, unik dan khas, namun juga sekaligus rentan terhadap penularan virus," ungkapnya.


Akan tetapi tidak pula dapat dipungkiri bahwa pengalaman beberapa pesantren juga telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi Covid-19, dimana hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya," beber Fachrul Razi.


Menutup sambutannya Menteri Agama Fachrul Razi berharap, semua masyarakat berikhtiar, agar pandemi segera berlalu dan keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik.


Dari Aula Kemenag Kabupaten Solok, dalam sambutannya di hari peringatan Santri tersebut Bupati Solok H.Gusmal, SE.MM diwakili Askor Eksbang Kesra Medison menyampaikan, apresiasi atas kegiatan Kementerian Agama Indonesia dalam rangka peringatan hari Santri, yang ikut peduli terhadap wabah yang menimpa bangsa tersebut, dengan mengangkat tema dalam peringatan hari Santri tahun 2020 ini, berkaitan dengan upaya pencegahan Covid-19.


"Tampak, saat ini semua lini bangsa ikut berperan aktif dalam mencegah pandemi, termasuk Pondok Pesantren dan Kementerian Agama," beber Medison.


Medison menyebut, sejauh ini keberadaan pondok Pesantren Kabupaten Solok, telah mewarnai pembangunan di Kabupaten Solok, yaitu pendidikan yang dicetuskan oleh bupati Solok dalam program Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP).


Medison mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok berharap, pendidikan pondok pesantern yang ada di Kabupaten Solok dapat terus maju dan berkembang, serta menjadi spirit pendidikan umum untuk bisa melahirkan generasi berakhlak mulia, berkarakter Islami sebagaimana para santri di pondok pesantren.


Turut hadir dalam peringatan hari Santri tahun 2020, Kakan Kemenag Drs. H. Alizar, M. Ag, Kasubbag TU H. Fuadi Nawawi, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Sesmadewita, dan para kepala seksi dan ASN kantor Kemenag Kabupaten Solok.


Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Kabupaten Solok Drs.H.Alizar, M.Ag mengapresiasi Bupati Solok H.Gusmal yang diwakili oleh Asissten Koordinator Ekbangkesra Medison, yang telah memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan keagamaan di Kabupaten Solok, khususnya di podok pesantren.


Kakankemenag menyampaikan, kegiatan upacara virtual tersebut bukan hanya di kantor Kemenag Kabupaten Solok, tetapi juga diikuti oleh Madrasah dan KUA di tempat masing masing, dimana hal ini merupakan satu bentuk pencegahan kerumunan, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


Diakui Kakankemenag bahwa Kabupaten Solok merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang secara vulgar dan gamblang menetapkan Sekolah Umum Berbasis Pesantren.(nr)