Penasaran, Warga Datangi Lokasi Ditemukan Bunga Bangkai di Sungai Landai Simaruok -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Penasaran, Warga Datangi Lokasi Ditemukan Bunga Bangkai di Sungai Landai Simaruok

Selasa, 27 Oktober 2020
Petugas BKSDA Agam sedang mengindentifikasi bunga bangkai di Sungai Landai Nagari Garagahan kecamatan Lubuk Basung Agam Sumbar



Lubuk Basung, fajarsumbar.com - Bunga bangkai lagi mekar ditemukan warga Sungai Landai Simaruok, Jorong II Garagahan, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kehadiran bunga tersebut mengundang warga mendatangi ke lokasi tersebut karena penasaran.


Menurut salah seorang warga Sam, yang ikut ke lokasi bunga yang ditemukan itu, kepada fajarsumbar.com, Selasa (27/10/2020), sudah banyak hutan yang dimasukinya saat berburu babi, tidak pernah menemukan bunga yang sebesar tersebut. "Seumur- umur ini saya baru ini bisa melihat secara langsung bunga sebesar ini," katanya.


Menurutnya, dia penasaran karena masyarakat beberapa hari belakangan santer bercerita tentang bunga bangkai yang  disalah satu lahan warga, sehingga ia juga datang ke lokasi penmuan bunga bangkai tersebut.


Ia menambahkan, cerita mekar bunga bangkai ini bersumber dari group WhatsApp Nagari Garagahan,  adanya bunga bangkai mekar di kebun milik Yosi Vera Wati di Sungai Landai Simaruok, Nagari Garagahan. Penemuan bunga itu, Senin (26/10/2020) siang.


Sementara pemilik kebun, Yosi Vera Wati menambahkan warga sudah mulai berdatangan ke lokasi bunga bangkai yang ditemukan,  sejak Minggu (25/10/2020)


"Bunga itu saya temukan saat membersihkan lahan kebun pinang dan saat membersihkan ada bau menyengat di sekitar. Ternyata saya menemukan bunga bangkai dalam kondisi mekar sempurna," katanya.


Bunga Bangkai yang dikenal dengan nama latin Amorphophallus titanum mekar dengan tinggi lebih kurang 2 m dan lingkar diameter sekitar 1 meter. 


Kata petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam Gusti  Nugraha Prayoga ketika mengidentifikasi  bunga bangkai tersebut. Diperkirakan bunga ini akan layu beberapa hari ke depan, setelah mengalami mekar sempurna.


Bunga bangkai itu dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Untuk itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak merusak bunga tersebut. (Yanto)