Pengendara Moge Tendang Anggota TNI di Sumbar -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Pengendara Moge Tendang Anggota TNI di Sumbar

Sabtu, 31 Oktober 2020

Pengendara Moge Tendang Anggota TNI di Sumbar


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Polisi menahan dua orang pengendara motor gede (moge) yang menganiaya dua anggota TNI di Bukittinggi Sumatera Barat.


Dua orang pengendara ditetapkan menjadi tersangka dan kini mendekam di tahanan Polres Bukittinggi.


Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawinegara saat dihubungi mengatakan, pihak korban sudah membuat laporan ke Mapolres Bukittinggi.


"Korban melapor. Siapapun yang melapor, kita tangani, dan kita tidak melihat intutusi atau siapa yang melapor. Semua kita tangani," kata Dody Prawinegara, Sabtu (31/10/2020) sebagaimana dikutip pada tribunnews.com.


Ia mengatakan, saat ini sudah ada dua orang pengendara moge yang ditetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan ini.


"Tadi pagi sudah saya tahan sebanyak dua orang dari pengendara moge," katanya.


Dikatakannya, dua orang yang diamankan adalah pengendara moge yang mendorong dan menendang korbannya.


AKBP Dody Prawinegara menceritakan, cekcok itu terjadi hanya karena kesalahpahaman di jalan.


"Mungkin sama-sama tidak bisa mengendalikan emosi," kata AKBP Dody.


Kata dia, korban merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).


"Pengendara motor (korban) itu merupakan anggota Kodim, tadi Dandim sudah menyelesaikan," katanya.


Para pengendara moge sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap lanjut.


"Nanti video permintaan maafnya akan diberikan untuk dimasukkan di IG," katanya.


Ia menyebutkan, rombongan moge tersebut berasal dari Bandung.


"Dia dari Bandung mau touring ke Sabang," katanya.


Videonya Viral

Sebelumnya, viral sebuah video rombongan pengendara motor gede alias moge mengeroyok seseorang.


Cuplikan dua potong video tersebut telah tersebar di media sosial instagram.


Video tersebut diposting oleh akun Instagram @tnilovers18. Dari video itu, terlihat korban didorong sampai tersungkur ke lantai.


Setelah tersungkur, terlihat ada kaki yang memakai sepatu menendang kepala korban. Akun itu juga menceritakan kronologi kejadian pengeroyokan itu.


"Kronologi lengkap Pemukulan 2 Anggota TNI Oleh Rombongan Motor Harley Davidson (Moge).


Pada Hari Jum'at tanggal 30 Oktober 2020 pukul 16.40 WIB telah terjadi tindakan Penganiayaan /Pemukulan (Pengeroyokan) terhadap Anggota Unit Intel Kodim 0304/ Agam oleh rombongan motor Harley Davidson (Moge) di Simpang Tarok Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi.


KRONOLOGIS KEJADIAN SBB:

Sekitar pukul 16.40 WIB Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas Jln. Dr Hamka Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi.


Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukittinggi, mendengar suara sirene tersebut Serda Yusuf meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi dan diiringi oleh rombongan motor Harley Davidson.


Setelah habis rombongan Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim, namun dari belakang datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh.


Karena kejadian tersebut Serda Yusuf mengejar dan memberhentikan motor Harley Davidson tersebut, namun setelah berhenti rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari.


Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak.


Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 (Dua) orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson.


Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam. (*)