Pjs Bupati Solok Selatan Punya Bukti Video ASN Dukung Salah Satu Calon Pilkada -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pjs Bupati Solok Selatan Punya Bukti Video ASN Dukung Salah Satu Calon Pilkada

Senin, 26 Oktober 2020
Sejumlah ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Solok Selatan, saat mendengarkan paparan terkait larangan ASN ikut politik praktis dalam pilkada.


Solsel, fajarsumbar.com -  Pjs Bupati Solok Selatan Jasman Rizal menyebutkan, ada bukti keterlibatan tenaga kesehatan berpolitik praktis. 


Bukan saja berupa rekaman audio, akan tetapi video keterlibatan oknum ASN dan TKD yang ikut serta dalam mempromosikan salah satu calon kepala daerah di Solsel. 


Tugas ASN bukan seperti itu, tetapi melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Yang berhak berpolitik tersebut adalah relawan, timses dan bakal calon mempromosikan diri ke masyarakat. 


"Wajah ASN dan TKS sudah ada di handphone saya, termasuk rekamannya untuk memilih salah satu calon," ujarnya. 


Diperjelas Jasman, pihaknya pun sudah memanggil pihak ASN dan TKD tersebut, dan memberikan peringatan. Oleh sebab itu hari ini dilakukan pertemuan dan pembinaan terhadap pimpinan RSUD Solsel dan pimpinam Puskesmas se Solok Selatan. 


Jangan gara-gara Pilkada, risiko didapatkan. Seperti di contohkannya, ketika calon kandidat kepala daerah yang di promosikan tersebut kalah. 


Ketahuan oleh tim atau bakal calon yan menang, biasa tempat tugas dekat, namun akhirnya dipindahkan ke daerah paling pelosok, dan ini salah satu risiko yang akan diterima. 


"Ini sebagai contoh saja, dan bisa saja menerima risiko yang lainnya. Nah, bila ada pilihan di hati masing-masing. Silahkan saja datang dan memilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," jelasnya. 


Salah satu ASN yang videonya didapatkan Pjs Bupati Solsel, datang ke rumah penduduk dan melakukan dugaan politik praktis, dengan modus memberikan pelayanan kesehatan.


"Kalau mau sejahtera, bagusnya pilih calon yang ini. Pakai seragam kesehatan lagi. Hari ini saya maafkan, besok jangan ulangi lagi," paparnya didampingi Novirman, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan.


Dipertegas Jasman, pertemuan hari ini merupakan peringatan pertama dan terakhir. 


"Jangan ada lagi yang ikut berpolitik praktis. Bila ditemukan lagi, saya tidak akan memaafkan," ucapnya berkali-kali. 


Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan, agar kondisi tersebut tidak terjadi lagi dilingkup Dinas Kesehatan. Sebab itu, tanggung jawab pimpinan puskesmas dan rumah sakit kepada bawahnya. 


"Mari kita jaga netralitas dan laksanakanlah tugas dan fungsi sebagai tenaga kesehatan. (Abg)