Puluhan Warga Binaan dan Sejumlah Petugas Penjara Terkonfirmasi Covid-19 -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Puluhan Warga Binaan dan Sejumlah Petugas Penjara Terkonfirmasi Covid-19

Selasa, 27 Oktober 2020
ilustrasi



Sumut, fajarsumbar.com - Puluhan warga binaan dan sejumlah petugas penjara di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan terkonfirmasi virus corona (Covid-19).


Tercatat sebanyak 39 narapidana dan tahanan yang positif Covid-19, bahkan seorang di antaranya meninggal dunia atas nama TS (77). Terpidana dalam perkara korupsi penjualan aset negara dan penyuapan hakim PN Medan itu mengembuskan napas terakhir di RSU Royal Prima Medan, Sabtu (24/10) pagi.


Kadiv Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Pujo Harinto mengatakan, Tamin dilaporkan sudah 21 hari dirawat di rumah sakit karena penyakit bawaan. Awalnya Tamin dirawat di RSU Bandung, sebelum ke RSU Royal Prima.


"Dari laporan Pak Kalapas, pada saat keluar memang dia (Tamin Sukardi) banyak menderita penyakit bawaan, karena memang usianya sudah lanjut terus ada diabetes, kolesterol, dan jantung, biasalah penyakit tua yang datang itu. Dia lakukan rapid test pada saat keluar, dari hasil tes sementara yang ada di dalam, dia dinyatakan nonreaktif, sehingga kemungkinan dia tertular dari dalam itu sangat kecil," jelasnya kepada wartawan, Senin (26/10) sebagaimana dikutip merdeka.com.


Begitupun, dia tidak memungkiri, kemungkinan Tamin tertular di Lapas Medan. Pujo mengakui petugas terus keluar masuk ke penjara itu.


Sejumlah pegawai lapas dan rutan di Sumut juga diketahui terkonfirmasi Covid-19. Rinciannya, seorang pegawai penjara di Lubuk Pakam, Deli Serdang; seorang di Rutan Labuhan Deli, 6 di Lapas Teluk Dalam, Nias Selatan; dan 3 orang di Lapas Medan.


Sementara warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah puluhan orang. Di Lapas Gunung Sitoli, terdapat 9 narapidana yang positif mengidap virus Corona.


"Ada 9 dari 97 (yang swab), sementara masih ada 100 lagi yang belum diswab," ujarnya.


Di Teluk Dalam, 27 warga binaan terkonfirmasi Covid-19, namun hanya seorang yang belum dinyatakan sembuh. Mereka diisolasi di lapas itu karena keterbatasan rumah sakit di Teluk Dalam.


Sementara di Lapas Medan, seorang warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 atas nama Tamin Sukardi. Namun dia telah meninggal dunia.


Menurut Pujo, tertularnya warga binaan tidak terlepas dari kondisi lapas yang kelebihan warga binaan. Mereka terpaksa melakukan langkah antisipasi dengan cara melakukan disinfektan di lapas dan rutan dua kali seminggu.


Namun, warga binaan dipastikan tidak dapat menjaga jarak. Mereka berdesakan karena jumlahnya melampaui kapasitas.(*)