Rangkul Tungku Tigo Sajarangan untuk Penerapan Protokol Kesehatan -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Rangkul Tungku Tigo Sajarangan untuk Penerapan Protokol Kesehatan

Senin, 12 Oktober 2020
Pjs Bupati Agam Benni Warlis mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan akatif dalam menanggulangi  Covid-19



Lubuk Basung, fajarsumbar.com Dalam rangka menghambat penyebaran virus Covid-19 dan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan, Pjs Bupati Agam Benni Warlis mengajak tungku tigo sajarangan berperan aktif dalam menanggulangi covid-19 di daerahnya. 


“Mengingat saat ini, angka penularan Covid-19 di Kabupaten Agam masih cukup tinggi, kami pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat, saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Benni Warlis  Senin (12/10).


Dijelaskan, dalam hal penyampaian informasi, tigo tungku sajarangan ini serta bundo kanduang, akan lebih mudah diterima dan  dipahami  dengan baik oleh anak dan kemenakannya.


Mengingat Masyarakat Minangkabau, Luak Agam pada khususnya, peranan tungku tigo sajarangan  memiliki peranan penting  ditengah-tengah masyarakat.


“Selain yang dituakan di dalam kaumnya, niniak mamak lebih arif dan berpengalaman dalam mengarahkan dan mengajak kaumnya,” jelasnya.


Ia yakin, masyarakat Kabupaten Agam, adalah masyarakat yang taat akan peraturan. Ditambah lagi jika yang menyampaikan informasi tersebut adalah orang yang dekat denganya. Bila aparat yang menyampaikan, maka akan berbeda caranya.


“Sehingga nanti, dalam aktivitas kesehariannya, masyarakat bisa menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari keramaian,” harapnya.



Selain itu, kepada alim ulama dan tokoh agama, yang memiliki mimbar-mimbar masjid, agar menyampaikan terkait Covid-19 di tempatnya masing-masing. Serta mengajak jamaah untuk dapat berbuat kebaikan dengan mentaati Perda AKB.


“Dengan Perda ini, pemerintah bukan bermaksud untuk menyulitkan atau memenjarakan masyarakatnya, melainkan memberikan edukasi agar bisa terhindar dari wabah yang melanda negeri ini,” katanya.


Oleh sebab itu, pihaknya berharap, dengan melibatkan niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang, kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang melanggar, dan dapat menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku." Harapnya. (Yanto)