Uji Klinis Vaksin Covid 19 Sinovac Berjalan Lancar -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Uji Klinis Vaksin Covid 19 Sinovac Berjalan Lancar

Senin, 19 Oktober 2020

ilustrasi

Jakarta, fajarsumbar.com - Uji klinis tahap III vaksin virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) buatan perusahaan Cina, Sinovac Biotech di Bandung, Jawa Barat berjalan baik dan lancar hingga Ahad (18/10/2020). Uji klinis akan dipantau selama enam bulan sejak vaksin pertama kali disuntikkan ke relawan.


"Sejauh ini berjalan baik, aman, dan tidak ada reaksi termasuk alergi. Sekarang belum ada yang sakit," ujar Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil, Ahad (18/10/2020).


Dia mengatakan, 1.620 relawan vaksin Covid-19 belum mengalami kendala yang berarti. Para relawan ini dijadwalkan mendapatkan dua kali suntikan vaksin ini. 


Pihaknya mencatat, relawan yang sudah mendapatkan dua kali injeksi vaksin sekitar 600 orang dan perkembangannya diikuti sejak mereka pertama kali mendapatkan suntikan pada 11 Agustus 2020 lalu sebagaimana dikutip pada republika.co.id.


Dikatakan dia, semua relawan diharapkan selesai mendapatkan dua kali suntikan dalam dua bulan mendatang. Kemudian, perkembangan para relawan akan diikuti selama enam bulan semenjak mendapatkan ķinjeksi pertama. 


Kata Kusnandi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan audit penilaian hasil vaksin ini. Dan jika lolos, maka vaksin akan diproduksi massal beredar di masyarakat. 


Kendati demikian, dia tidak mau berandai-andai dengan hasil akhir uji klinis vaksin ini. "Dilihat saja dulu hasil uji klinisnya. Karena waktu kan terus berjalan," katanya.


Oleh karena itu, dia meminta, masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan melakukan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun meski vaksin Sinovac telah hadir. 


Sebab, ia menyebutkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan 80 persen dari total penduduk Indonesia harus divaksin untuk mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity, sedangkan 20 persen sidanya belum mendapatkan vaksin. (*)