Universitas Perintis Indonesia Siapkan Stategi Belajar pada Masa Pandemi -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Universitas Perintis Indonesia Siapkan Stategi Belajar pada Masa Pandemi

Rabu, 21 Oktober 2020

Rafnelly Rafki.,SE.,SH.,MBA.,M.Kn

Padang, fajarsumbar.com - Di tengah pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Perintis Indonesia, harus bersemangat dan tidak boleh berhenti menjalani proses belajar mengajar.

Kosekwensinya, agar proses belajar itu, bisa terwujud dengan baik, tidak terlepas dari kesungguhan mahasiswa dan kesiapan dari penggelola pendidikan.

Hal tersebut, diungkapkan Wakil Rektor II Universitas Perintis Indonesia Rafnelly Rafki. SE. SH. MBA. M.kn, didampingi Kepala Biro Humas Reni Rafki. SE, ketika dikonfirmasi fajarsumbar.com, terkait kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa di tengah pandemik Covid-19, Rabu, (21/10/2020).

Dari Institusi, selaku penggelola pendidikan, menurut Rafnelly Rafki telah dipersiapkan prasarana pendukung pendidikan, seperti jaringan internet, peralatan elektronik untuk proses pembelajaran, membuat sistem pembelajaran jarak jauh dan membuat modul untuk kegiatan
perkuliahan.

Untuk melaksanakan perkuliahan secara daring di tengah pandemi Covid-19, Universitas Perintis Indonesia, telah mempersiapkan pula prasarana penunjang pendidikan dimaksud, agar kegiatan perkulihan dapat berjalan lancar.

Namun kendala yang dihadapi mahasiswa, dalam mengikuti kuliah secara daring dari rumah ke kampus, terutama yang tinggal di luar daerah, lemahnya jaringan internet, sehingga mahasiswa tidak bisa mengikuti kuliah dengan dosen.

Jika mahasiswa mengalami gangguan internet, dosen bisa mengirim atau mahasiswa bisa pula meminta rekaman kegiatan perkulihan kepada dosen, terkait mata kuliah yang disajikan.

Aplikasi whatsapp, tidak bisa digunakan sebagai kegiatan kuliah daring, namun hanya bisa untuk mengirim atau menerima pembelajaran berupa rekaman dari dosen,

 

Sebagai alat komunikasi, antara dosen dan mahasiswa serta untuk pengumuman kegiatan perkuliahan, sedangkan untuk perkuliahan pihak kampus menggunakan sistem khusus.

Dari semangat mahasiswa baru yang melanjutkan pendidikan di tengah pandemi Covid- 19 melalui Universitas Perintis Indonesia Tahun Akademik 2020- 2021 ini, cukup tinggi dan mencapai 750 orang.

Dibanding Tahun Akademik 2019- 2020, berkisar antara 400 hingga 500 orang mahasiswa, namun kondisi ini terjadi sebelum bergabungnya 2 sekolah tinggi yang masih di bawah binaan Yayasan Perintis Padang menuju Universitas Perintis Indonesia.

Mahasiswa baru tersebut, mengisi 12 program Studi (prodi),10 prodi  terkait esakta dengan akteditasi B, sedangkan 2 prodi lagi menyangkut bisnis sosial dan komunikasi dengan akreditasi baik.

Pendaftaran dan pelaksanaan tes hingga perkuliahan bagi mahasiswa baru, tetap dilakukan secara online dengan mematuhui protokol kesehatan, guna menghindari kerumunan dan mengantisifasi mewabahnya virus corona.

Universitas Perintis Indonesia, sampai saat ini, memiliki 3.000 mahasiswa yang masih aktif dengan staf pengajar, terdiri dari 3 orang profesor, 10 orang doktor, sedangkan yang masih mejalani pendidikan (S3) sebanyak 15 orang, baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk mendukung prasarana setelah menjadi universitas, kini tengah dibangun gedung berlantai 5 untuk Fakultas Farmasi yang dilengkapi dengan ruang kantor, laboratorium ruang kuliah dan ruangan ujian.

Kepala Biro Humas Universitas Perintis Indonesia Reni Rafki mengatakan, dimasa pandemi Covid- 19 ini, kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa tidak bisa dilakukan secara tatap muka (offline), namun dilaksanakan secara online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Hal ini, mengoptimalkan sosial media, diiringi dengan membuat langkah- langkah yang strategis, terkait penyebaran informasi untuk lembaga pendidikan dan prodi.

Sejauh ini, optimalisasi yang dilakukan, mendapat tanggapan yang positif, namun keberhasilan itu tidak hanya bisa berjalan secara sendiri, tetapi didukung dari LL-DiKTI Wilayah X dan Civitas Akademika Universitas Indonesia.

Penyebaran informasi dan sosial media dalam penyelenggaraan perkuliahan di tengah pandemi Covid-19 cukup strategis dan jangkauannya lebih luas dibanding datang kuliah ke kampus secara tatap muka. (Rony Dz)