Warga Sijunjung Jatuh Hati pada Paslon Mulyadi - Ali Mukhni -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Warga Sijunjung Jatuh Hati pada Paslon Mulyadi - Ali Mukhni

Senin, 26 Oktober 2020
Calon Gubernur Sumbar Ir. H. Mulyadi bersalaman dengan salah seorang pedagang ketika turun ke Pasar Tanjung Ampalu, Kecamatan Kota VII Kabupaten Sijunjung, Senin (26/10/2020).


Sijunjung, fajarsumbar.com - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumbar Ir. H.Mulyadi dan Wakil Gubernur Ali Mukhni melakukan safari politik  ke Pasar Tanjung Ampalu, Kecamatan Kota VII Kabupaten Sijunjung, Senin (26/10/2020).


Safari politik itu didampingi Redi Susilo, S.Pd dari DPP Partai Demokrat yang juga pengurus pusat partai tersebut. Selain itu juga dihadiri Januardi Sumka (Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumbar) Plt.Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Haji Liswandi,SE. 


Terlihat juga hadir Haji Liswandi,SE. Bakri. SH yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Indra Jaya SH mantan ketua Partai Demokrat Kabupaten Sijunjung dan beberapa pengurus partai ikut dalam acara tersebut.


Mulyadi ketika berdialog dengan pedagang.


Safari ke Pasar Tanjung Ampalu tersebut Mulyadi melihat langsung dan berdialog dengan para pedagang. Pedagang itu menyampaikan keluh kesahnya kondisi pasar saat ini, lengang.


Menjawab keluh kesah para pedagang tersebut Mulyadi menyebutkan, jika ia diamanahi menjadi Gubernur Sumatera Barat dia sudah menyiapkan program operasi sembako murah secara berkala.


Program bantuan lansung tunai (BLT) satu juta per kepala keluar (KK) dan menciptakan 50 - 100 ribu lapangan kerja baru dan alokasi dana APBD seratus milyar untuk pemberdayaan UMKN koperasi dan nagari.


Memberi permodalan bimbingan pengembangan dan pemasaran dan program gerbang nagari (gerakan bangun nagari) juga one village one product akses internet masuk desa. Program itu sudah di siapkan oleh Mulyadi.


Harapan pedagang telur kepada Mulyadi


Seusai blusukan di Pasar Tanjung Ampalu Mulyadi juga melakukan pertemuan di rumah Bakri. SH yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kabupaten Sijunjung dari Partai Demokrat Sijunjung.


Di sini Mulyadi bersama rombongan diterima seluruh pengurus ranting di tujuh kecamatan Kabupaten Sijunjung dan para kepala jorong Nagari Muaro.


Dalam kesempatan tersebut Mulyadi menyampaikan untuk maju di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar karena dorongan dari tokoh masyarakat baik yang ada di perantauan maupun di Sumatera Barat.


"Hal ini sudah saya dijajaki jauh-jauh hari bersama tim survey yang kredibel. Saya saat ini bukan keinginan pribadi ataupun kelompok namun terkhusus dorongan dari tokoh masyarakat yang berkeinginan dia maju untuk memberikan perubahan buat Sumbar lebih baik ke depan," tambahnya.


Sementara itu seusai pertemuan di kediaman Bakri fajarsumbar.com mengkonfirmasi terkait pesan pesan politiknya untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat. 


Foto bersama dengan tokoh masyarakat Sijunjung


Mulyadi mengatakan, banyak yang disampaikan tokoh-tokoh masyarakat kepadanya. Masih banyak infrastruktur di Sijunjung kurang memadai. Seperti jalan kabupaten maupun jalan provinsi banyak yang rusak. Keberadaan ninik mamak perlu diperhatikan.


"Saya nanti akan memfungsi peran ninik mamak  itu bukan hanya di Sijunjung saja namun juga di seluruh daerah di Sumbar. Saya ingin memastikan ke depan seluruh nagari itu memiliki balai adat. Fungsinya agar ninik mamak bisa bermusyawarah di balai adat untuk mengambil suatu keputusan membahas berbagai persoalan di tengah masyarakat," tambahnya.


Tidak semuanya bisa diselesaikan pemerintah karena 'tangan' pemerintah itu terbatas, jumlah pegawai terbatas. Maka dari itu harus memfungsikan ninik mamak di tengah masyarakat. Keberadaan ninik mamak ini harus menjadi perhatian pemerintah ke depan.


Minangkabau adalah masyarakat adat yang dulu adalah kerajaan Pagaruyung di mana fungsi adat itu sangat sentral. Saking sentralnya kemudian di keluarlah yang namanya istilah adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) jadi tidak ada keraguan lagi.


Keraguan tidak ada pertentangan antara adat dengan agama, sinkron dalam rangka untuk menjamin kehidupan sosial yang baik di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Tigo tungku sajarangan itu yang namanya ninik mamak ini perlu di perkuat.


Ninik mamak dijadikan sebuah kekuatan tersendiri yang bisa nanti membantu pemerintah dalam rangka mencerdaskan masyarakat mengatasi persoalan-persoalan yang mungkin selama ini belum mampu diatasi secara signifikan.


Kemudian masalah ekonomi kelihatannya untuk Kabupaten Sijunjung perlu ditingkatkan. Seperti diketahui masyarakat Kabupaten Sijunjung sekitar tujuh puluh parsen petani dan sebagian besarnya petani karet dan sawit.


Seperti masyarakat Darmasraya petani karet mengeluhkan, harga karet hancur. Ada yang menyampaikan harga karet kemarin Rp7 ribu per kg sebelumnya Rp5 ribu dan permasalahan ini perlu secepatnya di selesaikan.


Harga komoditi ini perlu disesuaikan agar bisa mencukupi kebutuhan hidup petani karet. "Masih banyak persoalan lain, bukan hanya di Sijunjung saja saya rasa hampir seluruh Sumatera Barat khususnya," kata dia.


Kelangkaan pupuk subsidi juga menjadi persoalan di Sumbar, sementara hasil pertanian mereka tidak stabil, untuk itu pemerintah provinsi dalam hal ini harus mengambil peran. Apakah itu dibuatkan semacam badan penyangga saat harga hasil pertanian itu anjlok pemerintah harus mengambil, ini akan menjadi pembahasan nantinya.


Dalam perjalanan Mulyadi dari Darmasraya ke Kabupaten Sijunjung ke pasar Tanjung Ampalu, ke kediaman Bakri, sholat di Mesjid istiqlal Muaro dan Ke Sangar Kegiatan Belajar (SKB).  (def)